Jokowi: Program Transportasi Tinggal Niat dan Eksekusi dari Pemimpin

Kompas.com - 15/09/2012, 00:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, menilai program transportasi makro di Jakarta sudah memiliki perencanaan yang cukup jelas. Menurutnya, yang dibutuhkan Jakarta saat ini adalah pemimpin yang mampu melaksanakan program dan perencanaan yang telah tersedia.

"Kita tahu MRT itu blue print-nya sudah ada sejak 20 tahun lalu. Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang punya niat dan mau eksekusi. Segera melaksanakan itu, kemudian dikawal dengan manajemen kontrol yang baik," ujar pria yang biasa disapa Jokowi itu dalam acara debat kandidat cagub-cawagub DKI Jakarta yang digelar di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2012) malam

Ia menambahkan, hingga kini tiang pancang proyek tersebut belum juga terlihat. Wajar bila masyarakat menilai ada pengabaian terhadap penanganan transportasi makro dan upaya penguraian kemacetan. Jokowi menyatakan, jika terpilih sebagai gubernur, maka ia akan melaksanakan rencana yang sudah ada dengan sedikit pengembangan.

Dengan menggunakan alat peraga gambar, Wali Kota Solo itu menunjukkan beberapa rencana proyek monorel yang ingin dilaksanakan di Jakarta. Salah satu yang diandalkannya adalah monorel kapsul. "Titik-titiknya sudah ada. Sangat simpel, tidak ada pembebasan lahan, lebih murah dibandingkan dengan yang lain. Bisa dibangun di median jalan atau di kedua sisi jalan," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, proyek transportasi massal seperti ini penting untuk dilaksanakan karena bisa mengangkut lebih banyak orang. Oleh karena itu, ia merasa heran karena proyek-proyek yang sebenarnya sudah direncanakan cukup lama itu belum terealisasi.

Sementara itu, calon wakil gubernur pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama, mengatakan, program transportasi massal seharusnya terintegrasi dengan program penataan permukiman. Ia mencontohkan, dibukanya jalur-jalur busway seharusnya bisa mengakomodasi kepentingan masyarakat sederhana.

"Di jalur-jalur busway sebenarnya dibangun juga rumah susun sederhana. Jadi pola transportasi terhubung dengan permukiman. Ini yang belum terlihat dari pemerintah DKI sampai saat ini," ujar Basuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau