Foke: Jangan Sampai Rumah Dimasuki Centeng

Kompas.com - 15/09/2012, 20:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengimbau warga Jakarta agar tetap menjaga kerukunan antarwarga. Hal tersebut menurutnya sangat berpengaruh terhadap perekonomian di Jakarta. Imbauan itu disampaikan pria yang akrab dipanggil Foke itu saat mengunjungi warga Rumah Susun Tanah Abang, Kebun Melati, Jakarta Pusat, (Sabtu (15/9/2012).

Dalam kesempatan yang sama, Foke mengimbau ajar menyongsong putaran dua Pilkada DKI Jakarta ini warga menjaga rumahnya masing-masing dan meningkatkan ronda malam di tingkat RT dan RW. "Ingat ya, sebelum tanggal 20 harap jaga rumah masing-masing, ronda RT/RW juga, kalau gak nanti kemasukan centeng", tegas Foke.

Di hadapan sekitar dua ratus warga rusun yang telah menunggu di aula Rusun Tanah Abang, Foke menyatakan harapannya terpilih kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017. "Semoga Bang Kumis berjaya tanggal 20 September ya," ujarnya Foke.

Dalam kegiatan kampanye kali ini, Foke lebih banyak menunjukan beberapa permasalahan yang menurutnya telah berhasil diatasi Pemda DKI Jakarta, pada masa kepemimpinannya sebagai gubernur.

Dikatakannya, salah satu program prioritas Pemda DKI Jakarta yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat ialah pelayanan kesehatan. Kartu Jaminan Kesehatan gratis, merupakan salah satu bukti keseriusan pemerintah mengatasi masalah kesehatan di Jakarta.

"Kesehatan menjadi prioritas kita melalui Kartu Berobat Gratis. Dengan Kartu Berobat Gratis, Anda dapat berobat di mana saja, bukan hanya di rumah sakit negeri. Berobatnya gratis, itu karena yang ngasih lagi-lagi Si Kumis, bukan oleh rumah sakit. Puskesmas bagus gak sekarang? Itu karena kami bekerja sesuai permintaan bapak ibu," jelasnya kepada warga.

Foke juga mengklaim berhasil di bidang pendidikan dengan terlaksananya program pendidikan gratis 12 tahun. "Inilah yang kita usahakan di Jakarta, pendidikan gratis berkualitas. Di tempat lain gratis doang, belum tentu berkualitas. Gaji guru di Jakarta juga paling tinggi dari seluruh daerah. Buat yang berprestasi juga kita beri beasiswa," jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta ini juga berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan warga untuk memimpin selama lima tahun. Ia pun berharap kepercayaan yang sama sekali lagi diberikan kepadanya dengan mencoblos pasangan calon nomor satu pada Pilkada DKI Jakarta.

"Terima kasih saya udah lima tahun jadi gubernur. Kalau bukan karena doa ibu-ibu, saya gak yakin bisa memimpin. Nanti jangan lupa didoakan lagi ya," pinta Foke.

Fauzi Bowo juga berharap, warga memilih berdasarkan bukti yang telah mereka rasakan, misalnya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan penanggulangan banjir. "Yang penting bukti, yang punya pengalaman. Yang saya ngomong janji apa bukti, Bu? Buktikan? Bagus, banyak yang ingat Fauzi. Mudah-mudahan lima tahun ke depan Jakarta makin sejahtera," jelas Fauzi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau