Jokowi Batal Menginap, Warga Mengalah

Kompas.com - 16/09/2012, 06:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Joko Widodo, batal menginap di rumah warga bantaran Kali Ciliwung, RW 11 Kampung Dalam, Kramat Jati, Jakarta Timur. Warga yang telah bersiap pun mengaku mengalah dengan padatnya jadwal sang cagub.

"Jadwalnya kan memang mau nginep di sini, tapi diundur dulu sementara waktu. Pak Jokowi jadwalnya padat," ucap Koordinator Posko Perjuangan Rakyat, Mustar, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (15/9/2012) malam.

Semula, pria yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama tersebut diagendakan untuk menginap di sebuah rumah semipermanen milik Bambang di daerah Kampung Dalam RT 06 RW 01 Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Dalam agenda tersebut, Jokowi direncanakan akan merasakan kehidupan warga bantaran Kali Ciliwung.

Dia akan merasakan mandi di MCK (Mandi Cuci Kakus) dengan kondisi yang kurang layak. Tidur di tikar berteman tikus dan kecoak. Bambang dan beberapa warga setempat pun telah menyiapkan sebuah kamar berukuran 3x4 meter berlantai tikar dan beratap seng.

Rencananya, tempat tersebut akan disediakan untuk Jokowi, sebagai bukti bahwa sang cagub mampu hidup merakyat. Namun, Bambang dan warga setempat mengaku tak kecewa. Meski telah menunggu berjam-jam akan kepastian dari tim sukses, mereka berpendapat, jika dalam kondisi padatnya jadwal, warga lah yang semestinya mengalah.

"Iya enggak jadi datang, ya sudah kita ngalah saja, nggak apa-apa. Kita tahu kesibukan bapak Jokowi kayak gimana," ujar Bambang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau