NEW YORK, KOMPAS.com - Sepanjang pekan lalu, dollar AS tak bertenaga menghadapi mata uang Benua Biru. Bahkan, dollar AS mencatatkan pelemahan terbesar dalam 11 bulan terakhir versus euro.
Data Bloomberg menunjukkan, sepanjang pekan lalu, dollar AS keok 2,5 persen menjadi 1,3130 dollar AS versus euro setelah pada Jumat (14/9/2012) sempat menyentuh level terlemah dalam empat bulan terakhir di level 1,3169 dollar AS. Sedangkan jika berhadapan dengan yen, dollar mencatatkan penguatan 0,2 persen pada minggu lalu menjadi 78,39 yen. Sementara, pada periode yang sama, euro perkasa 2,7 persen menjadi 102,93 yen.
Pelemahan dollar AS terkait langkah the Federal Reserve yang menyatakan akan segera memulai untuk membeli aset-aset untuk mendongkrak perekonomian. Langkah the Fed tersebut diprediksi akan melemahkan nilai dollar AS.
"Adanya perubahan pernyataan kebijakan dari the Fed merupakan kejutan bagi investor yang menyukai risiko. Faktor pelemahan dollar lainnya adalah Bank Sentral Eropa, yang juga telah mengumumkan aksi agresif untuk mempertahankan euro," papar Andrew Wilkinson, chief economic strategist Miler Tabak di New York.
Wikinson memprediksi, euro akan rally ke level 1,3450 dollar AS pada akhir tahun mendatang. (Barratut Taqiyyah/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang