Kota Bogor Dikunjungi 3 Juta Wisatawan

Kompas.com - 17/09/2012, 09:13 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Asisten Administrasi Kemasyarakatan dan Pembangunan Kota Bogor, Edgar Suratman menjelaskan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke "Kota Hujan" itu hingga akhir tahun 2011 mencapai 3 juta lebih. "Sampai dengan tahun 2011 lalu, tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Bogor telah mencapai 3.264.169 orang," katanya di Bogor, Jawa Barat, Minggu (16/9/2012).

Rinciannya, menurut Edgar, wisatawan dalam negeri mencapai 3.112.414 orang, dan 151.755 wisatawan mancanegara. "Kunjungan wisatawan tahun 2011 tumbuh sebesar 10,02 persen dibandingkan kunjungan wisatawan tahun 2010 yang mencapai 2.967.426 orang," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Barat, Herman Muchtar meminta kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor untuk mempromosikan potensi wisata Kota Bogor di Malaysia. "Promosi itu bisa dilakukan melalui Kantor Perwakilan BPPD Jawa Barat di Kuala Lumpur, Malaysia," katanya.

Herman menjelaskan, tawaran itu juga telah disampaikannya dalam kapasitasnya sebagai Ketua BPD Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar saat melantik dan mengukuhkan kepengurusan BPC PHRI Kota Bogor. "Jadi, sekali lagi, silakan untuk memanfaatkan Kantor Perwakilan BPPB Jabar di Kuala Lumpur, Malaysia untuk mempromosikan pariwisata Kota Bogor agar lebih dikenal mancanegara," katanya.

Menurut Herman, promosi pariwisata bisa dilakukan dengan memanfaatkan media yang ada, seperti memperbanyak brosur atau leaflet pariwisata, dan media-media lainnya. Pembukaan kantor perwakilan di Kuala Lumpur adalah sebagai etalase yang memperkenalkan obyek wisata di Jabar.

Menurut Herman, Kuala Lumpur diputuskan BPPD Jabar menjadi titik sebar berbagai informasi wisata Jabar mengingat sebagian besar wisatawan mancanegara menyempatkan diri singgah di ibu kota negeri jiran ini. "Daya tarik Kuala Lumpur kita manfaatkan. Dengan dibukanya kantor perwakilan BPPD Jabar di Malaysia akan menjadi sejarah bagi pariwisata Jabar," katanya.

"Dengan adanya BPPD Jabar, semua destinasi yang telah siap dikunjungi akan dipromosikan dalam satu atap," sambungnya.

BPPD Jabar, tambah Herman, juga telah merumuskan sejumlah negara yang berpotensi menjadi pasar wisata. Selain Malaysia, Singapura dan China, promosi wisata Jabar akan diarahkan ke Belanda dan beberapa negara di Eropa serta Timur Tengah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau