Eks Bos Mossad: Menyerang Iran Itu Bodoh

Kompas.com - 17/09/2012, 10:10 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Mantan pemimpin Mossad, dinas rahasia Israel,  menilai serangan terhadap Iran merupakan "hal paling bodoh".

Berbicara dalam program televisi 60 Minutes di televisi CBS, Meir Dagan mengatakan, "Sebuah serangan ke Iran saat ini, sebelum melakukan semua pendekatan lain, bukanlah hal yang patut dilakukan."

Dagan sendiri dituduh Iran menjadi orang di balik pengiriman pembunuh bayaran, virus komputer, dan penyebab kerusakan peralatan dalam upaya menghentikan program nuklir Iran.

Namun tampaknya Dagan menunjukkan rasa hormat dan penghargaan terhadap negara yang menjadi musuh bebuyutan Israel itu. "Rezim di Iran sangatlah rasional," jawabnya tegas.

Dia memberikan jawab sama ketika ditanya pendapatnya tentang Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. "Jawabannya, ya. Memang tidak seperti pemikiran kita, namun saya rasa dia orang yang rasional."

Ditanya apakah dia merasa bahwa rezim Iran mau mundur dari meningkatnya krisis terkait program nuklir itu, Dagan menjawab, "Memang rezim Iran tidak rasional kalau berdasarkan apa yang saya sebut 'Pemikiran Barat', tapi tidak diragukan mereka (Iran) mempertimbangkan semua implikasi dari tindakan yang mereka ambil."

Jawaban Dagan itu bertolak belakang dengan pendapat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang tampil pada acara Meet The Press sebelumnya. Pada kesempatan itu Netanyahu mengatakan bahwa para pendukung kebijakan "mengakomodasi" Iran dan ambisi nuklirnya "meletakkan standar baru kebodohan manusia."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau