Konferensi besar nu

Presiden: Pemerintah Satu Hati dengan NU

Kompas.com - 17/09/2012, 13:46 WIB

CIREBON, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah satu hati dengan para alim ulama Nahdlatul Ulama (NU) dalam menyikapi masalah berbangsa dan bernegara. Hal itu dikatakan Presiden menanggapi rekomendasi sementara Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2012, yang diserahkan oleh Ketua PB NU Said Agil Sirajd, di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Jawa Barat, Senin (17/9/2012).

Presiden Yudhoyono, dalam pengarahannya menyampaikan bahwa rekomendasi tersebut sejalan dengan apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan pemerintah.

"Secara umum saya menerima dan menyambut baik rekomendasi itu. Sebagian yang saya baca isinya ada yang sama persis, jadi pemerintah satu hati dengan NU," kata Presiden disambut tepuk tangan peserta Munas Alim Ulama.

Presiden mencontohkan, masalah pemberantasan korupsi. Presiden menegaskan tidak ada tebang pilih dan tanpa pandang bulu untuk memberantas korupsi. Hal itu senafas dengan rekomendasi para alim ulama NU.

Presiden mengatakan, selain terdapat kesamaan pandangan, sebagian rekomendasi juga memberikan pemikiran-pemikiran baru yang pantas untuk dipelajari dan dikaji. Sebagian kecil lainnya, menurut Presiden, memiliki persepsi maupun data yang berbeda.

Seperti diberitakan, PB NU menggelar Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU selama tiga hari, 15-17 September 2012. Presiden dalam kesempatan tersebut memberikan pengarahan kepada para peserta pada hari terakhir pelaksanaan, sekitar 35 menit di hadapan setidaknya 700 peserta Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012. 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau