Kebakaran

Makin Banyak Pedagang Kehilangan Tempat Usaha

Kompas.com - 17/09/2012, 15:49 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Pedagang Pasar Turi Surabaya, Jawa Timur, yang terbakar pada Minggu (16/9/2012) malam umumnya kehilangan tempat usaha. Beberapa pedagang dan pemilik kios terus berdatangan ke lokasi pada Senin (17/9/2012).

Mereka hanya menyaksikan sisa kebakaran yang menghanguskan sebanyak 1.000 kios dari lantai satu hingga tiga.

Seorang pemilik delapan kios, Sutrisno (55), yang selama ini menjual gerabah dan alat rumah tangga di lantai dasar, meninggal begitu mendengar Pasar Turi terbakar.

Pedagang umumnya tidak ada yang bisa menyelamatkan barang dari gedung yang sudah berusia 35 tahun itu. Alasannya, kobaran api begitu besar karena angin bertiup sangat kencang.

Kebakaran di Pasar Turi lama ini merupakan ketiga kali setelah 2007 dan 2010. Pada dua kali peristiwa kebakaran, api cepat dipadamkan sehingga hanya menghanguskan belasan kios.

Terbakarnya Pasar Turi lama menambah jumlah pedagang di pusat perdagangan yang kehilangan tempat usaha. Saat ini sekitar 3.000 pedagang Pasar Turi baru yang terbakar tahun 2007 sedang menunggu pembangunan gedung baru.

Pedagang umumnya sudah melewati proses membayar uang muka, uang pendaftaran, serta uang undian kios pada bangunan baru kelak. Pedagang Pasar Turi baru ada yang bertahan di tempat penampungan sementara, tetapi banyak juga yang buka toko di tempat lain.

"Kini giliran pedagang di Pasar Turi lama kehilangan tempat usaha," kata Aisyah (50), pedagang gerabah yang ditemui di lokasi bekas kebakaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau