SURABAYA, KOMPAS.com — Pedagang Pasar Turi Surabaya, Jawa Timur, yang terbakar pada Minggu (16/9/2012) malam umumnya kehilangan tempat usaha. Beberapa pedagang dan pemilik kios terus berdatangan ke lokasi pada Senin (17/9/2012).
Mereka hanya menyaksikan sisa kebakaran yang menghanguskan sebanyak 1.000 kios dari lantai satu hingga tiga.
Seorang pemilik delapan kios, Sutrisno (55), yang selama ini menjual gerabah dan alat rumah tangga di lantai dasar, meninggal begitu mendengar Pasar Turi terbakar.
Pedagang umumnya tidak ada yang bisa menyelamatkan barang dari gedung yang sudah berusia 35 tahun itu. Alasannya, kobaran api begitu besar karena angin bertiup sangat kencang.
Kebakaran di Pasar Turi lama ini merupakan ketiga kali setelah 2007 dan 2010. Pada dua kali peristiwa kebakaran, api cepat dipadamkan sehingga hanya menghanguskan belasan kios.
Terbakarnya Pasar Turi lama menambah jumlah pedagang di pusat perdagangan yang kehilangan tempat usaha. Saat ini sekitar 3.000 pedagang Pasar Turi baru yang terbakar tahun 2007 sedang menunggu pembangunan gedung baru.
Pedagang umumnya sudah melewati proses membayar uang muka, uang pendaftaran, serta uang undian kios pada bangunan baru kelak. Pedagang Pasar Turi baru ada yang bertahan di tempat penampungan sementara, tetapi banyak juga yang buka toko di tempat lain.
"Kini giliran pedagang di Pasar Turi lama kehilangan tempat usaha," kata Aisyah (50), pedagang gerabah yang ditemui di lokasi bekas kebakaran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang