Iklan APPSI Belum Tentu Pengaruhi Pencalonan Jokowi

Kompas.com - 17/09/2012, 16:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai bentuk tindak lanjut penanganan kasus pelanggaran kampanye oleh Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (17/9/12) siang. Ramdansyah mengatakan bahwa iklan APPSI tersebut sudah memenuhi unsur pidana.

"Saya bertemu Kasat Kamneg (Kepala Satuan Keamanan Negara) untuk menjelaskan prosedurnya serta membuat berkas. Dari Panwaslu sendiri memang menemukan unsur pidana, tapi prosesnya kami serahkan ke polisi," ujar Ramdansyah, Senin.

Ramdansyah mengatakan, pelanggaran kampanye tersebut belum tentu memengaruhi pencalonan pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. Ia mengatakan, pelanggaran pidana pada kasus tersebut ditujukan kepada pemasang iklan tersebut. "Yang memasang iklan yang terkena pidana," katanya.

Sementara itu, Kasat Kamneg Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Daniel Bolly Tifaona menyatakan bahwa kasus tersebut tengah dalam penyelidikan polisi dan dapat mengarah ke berbagai kemungkinan. Namun, ia enggan berandai-andai tentang pengaruh kasus tersebut pada pasangan kandidat yang disebutkan dalam iklan tersebut.

 Iklan dukungan APPSI yang ditayangkan di sejumlah stasiun televisi itu memperlihatkan dukungan APPSI kepada calon gubernur dan wakil gubernur Jokowi-Basuki. Iklan ini telah dinyatakan sebagai pelanggaran kampanye sesuai dengan keputusan rapat pleno DKI Jakarta pada Rabu (12/9/2012). Pelanggaran ini dinyatakan melanggar Pasal 116 ayat 1 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pelaku diancam hukuman penjara minimal 15 hari dan maksimal 3 bulan atau denda minimal Rp 100.000 dan maksimal satu juta rupiah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau