Komnas PA: Bayi Hilang Kesalahan Rumah Sakit

Kompas.com - 17/09/2012, 22:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menyayangkan musibah hilangnya Cello Aditya, bayi yang baru berusia empat hari di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Siti Zahroh, Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Menurutnya, kasus tersebut murupakan kesalahan rumah sakit akibat tak mengikuti prosedur.

"Komnas PA sangat menyayangkan atas kasus ini. Kami melihat di rumah sakit itu prosedurnya tentang pengawasan memang lemah. Jadi ini kesalahan pihak rumah sakit," ujarnya dalam acara testimoni kepada wartawan di Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Jl TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (17/9/2012).

Prosedur yang dimaksud Arist adalah sistem pelayanan dan keamanan yang berada di rumah sakit, sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) dari Kementerian Kesehatan RI. Beberapa SOP yang nihil dari rumah sakit itu antara lain tidak adanya kamera CCTV, ruang bayi yang seharusnya steril, penanganan satu bayi-satu perawat dan sebagainya.

"Ini melanggar izin yang diberikan Kemenkes. Sudah melanggar standar rumah sakit ibu dan anak yang ditetapkan pemerintah. Langkah selanjutnya, kami akan kami melaporkan ini ke Kementerian Kesehatan. Karena ini korban kan juga membayar, tidak gratis," ucapnya.

Arist mencontohkan, salah satu kasus serupa yang berhasil terungkap adalah yang terjadi di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Saat itu, polisi berhasil meringkus seorang tenaga medis yang terlibat dalam penculikan bayi. Melihat kasus itu, ia berharap, Polres Bekasi, mampu mengungkap kasus itu.

"Biasanya anak yang baru lahir diincar untuk adopsi ilegal karena ada pesanan. Oleh karena itu, kami meminta agar orangtua lebih berhati-hati dalam menjaga anaknya terutama di tempat-tempat umum yang bisa disusupi oleh sindikat penculik dan penjualan bayi," ujar Arist.

Cello menghilang dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Siti Zahroh, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (15/9/2012) lalu. Saat itu, ibunya, Syifah, akan keluar dari RS. Menurutnya, seorang wanita berpakaian perawat mengambil bayi yang saat itu baru berusia 4 hari. Setelah itu, pihak RS memberi tahu bahwa Cello menghilang dari ruang perawatan bayi.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau