Jakarta 1

Budayawan Betawi Protes Ucapan Nara

Kompas.com - 18/09/2012, 13:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ditemui di kantor Panwaslu DKI Jakarta, Selasa (18/9/2012), budayawan Betawi, Ridwan Saidi, menyoroti ucapan Nachrowi Ramli ketika membuka acara Lebaran Betawi di Lapangan Bermes, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 10 September 2012 lalu.

Nachrowi Ramli atau yang akrab dipanggil Nara selaku Ketua Bamus Betawi saat itu berujar, orang Betawi yang tidak memilih calon dari Betawi, silakan keluar dari Betawi.

Menurut Ridwan, ucapan tersebut tidak seharusnya diucapkan di depan umum.

"Dalam Betawi, bercanda itu bersifat privat dan harus dengan kenalan dekat," ujarnya.

Ridwan juga berujar, kedudukan Nara yang hanya seorang ketua ormas Betawi tidak sendirinya menguasai adat dan kebudayaan Betawi.

"Ente (Nara) kan cuma ketua ormas, tidak sendirinya menguasai adat dan kebudayaan Betawi. Kedudukan dia sebagai ketua ormas juga tidak afirmatif berbicara atas nama adat," cetus Ridwan.

Dia juga menambahkan, hukuman pengusiran adalah hukuman adat Betawi yang sudah tidak berlaku sejak pertengahan abad ke-19. Hukum tersebut, tambahnya, harus melalui otoritas seperti ketua adat.

"Hukum tersebut sudah ada sejak pertengahan abad ke-19 karena dulu enggak ada hukuman mati dan harus melalui ketua adat. Sanksi itu juga berlaku kalau ada yang melakukan pelanggaran berat aturan adat," katanya dengan logat khas Betawi.

Akhirnya, budayawan nyentrik tersebut mengimbau kepada semua kandidat agar menjaga ucapan dan lebih baik bersaing secara sportif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau