"Innocence of Muslims" yang Mematikan

Kompas.com - 18/09/2012, 13:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com--Serangan roket, granat, penjarahan, hingga pembakaran di dalam kompleks Kantor Konsulat Amerika Serikat di Benghazi, Libya, Selasa, menewaskan kepala perwakilan Amerika Serikat di sana, John Christopher Stevens, dengan cara mengenaskan. Dia jadi korban tidak langsung dari pembuatan dan peluncuran film Innocence of Muslims, yang bikin berang muslimin di Timur Tengah.

Stevens menjadi duta besar pertama Amerika Serikat yang tewas akibat serangan demonstran atau teroris dalam 33 tahun terakhir sejarah negara itu, setelah Adolph Dubs di Afghanistan pada 1979, Francis E Meloy Jr (Lebanon/1976), Rodger P Davies (Siprus/1974), Cleo A Noel Jr (Sudan/1973), dan John Gordon Mein (Guatemala/1968).

Innocence of Muslims, film parodi berdurasi sekitar 20 menit itu dibuat warga Amerika Serikat keturunan Mesir, Sam Bacile, yang diluncurkan di jejaring virtual YouTube. Kisahnya --secara garis besar-- menggambarkan sosok Nabi Besar Muhammad SAW secara fisik, lengkap dengan dialog-dialog langsung, interaksinya, dan berbagai hal lain yang tidak patut diutarakan dalam media ini.

Bacile kini kabur dalam persembunyiannya walau masih sempat berujar sinis terhadap pihak-pihak yang memprotes film buatannya itu.

Dalam ajaran Islam, melukiskan sosok fisik Nabi Besar Muhammad SAW saja sudah satu hal yang diharamkan apalagi jika memberi imaji-imaji yang bertentangan dengan kaidah dan dogma agama wahyu itu. Media berbasis di Amerika Serikat, Wall Street Journal, menyatakan Bacile melibatkan sementara komunitas agama tertentu di Mesir.

Di Kairo, Mesir, demonstrasi keras terjadi di kantor perwakilan Amerika Serikat di sana. Demonstrasi bersenjata serupa di Kairo itulah yang terjadi di Benghazi, saat Stevens (kelahiran California pada April 1960) berada di dalam kompleks Konsulat Amerika Serikat itu. Bersama dia, turut tewas tiga warga senegaranya, di antaranya pejabat Manajemen Pelayanan Informasi Luar Negeri AS, Sean Smith. Stevens tewas di samping Smith.

Stevens sebetulnya sempat diusahakan diselamatkan oleh beberapa warga Benghazi dan hal itu diabadikan seorang fotografer AFP. Pada Januari 2012, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, melantik Stevens; seseorang yang diyakini Clinton sabar dan cerdas serta pas untuk pos Tripoli itu. "Saya ingin perdamaian di bagian dunia ini…," kata Stevens dalam rekaman video penugasannya di Tripoli, sekali waktu.

Di balik pembuatan Innocence of Muslims itu, disebut-sebut nama seorang imam agama tertentu asal Florida, Terry Jones, yang dianggap menjadi promotornya. Dia seorang fundamentalis dari agama itu, dan sempat terlibat dalam pembakaran Kitab Suci Al Quran di Florida, dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan setempat atas aksinya itu.

Fakta menarik terkait penyebaran Innocence of Muslims pada Selasa itu, peringatan 11 tahun 9/11 dilaksanakan di bekas Gedung WTC, New York, dan Pentagon. Hampir 3.000 nama korban jiwa ada dalam pahatan monumen peringatan 9/11 yang ditimpakan dilakukan oleh Al Qaeda. Bedanya kali ini, tidak ada satupun pidato dari pejabat resmi diucapkan, tidak juga dari Presiden Amerika Serikat, Barack Obama; bahkan untuk membaca sekelumit daftar nama itu.

Demikianlah, kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat tanpa memerhatikan sensitivitas keyakinan kembali memakan korban. Tidak tertutup kemungkinan menimbulkan konflik baru yang tidak perlu terjadi sebenarnya. Duta Besar Chris Stevens dan beberapa yang lain, kali ini menjadi korban itu… (*)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau