Diberi Selebaran Berbau SARA, Relawan Jokowi-Basuki Lapor Polisi

Kompas.com - 18/09/2012, 21:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pramono (48), relawan Jokowi-Basuki, melapor di Polsektro Matraman, Jakarta Timur, Selasa (18/9/2012) malam ini. Dia mengaku menerima selebaran berbau SARA yang dibagi-bagikan di jalan, dekat perempatan Matraman, Jakarta Timur.

Relawan Jakarta Baru wilayah Jakarta Timur ini mengatakan, dia mendapat selebaran berbau SARA tersebut ketika diberikan seseorang di jalanan, saat mengendarai kendaraan.

"Saya dikasihnya di lampu merah Jalan Tambak. Ini dibagi-bagikan kepada pengendara di jalan," kata Pramono yang ditemui ketika melapor di Polsektro Matraman, Jakarta Timur, Selasa (18/9/2012) malam.

Awalnya, Pramono tidak membaca isi dari selebaran berbau SARA tersebut. Namun, ketika membaca dan mengetahui selebaran tersebut mendiskreditkan pasangan cawagub Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, ia pun berinisiatif melaporkan hal tersebut.

"Setelah lewat lampu merah, saya baca, saya memberhentikan kendaraan. Saya langsung lapor ke Polsek karena khawatir orang lain yang baca ini," ujar Pramono.

Seusai melapor, ternyata penyebar selebaran atau brosur gelap tersebut sudah digiring oleh anggota polisi.

"Yang nyebarin itu udah ketangkep, saya keluar dari dalam habis lapor, orang itu ternyata udah diseret sama polisi," kata Pramono menambahkan.

Sementara itu, Juan Forti Silalahi, relawan Pospera yang juga berada di Polsek, mengaku mengenal pelaku penyebar tersebut. Ketika pelaku usai diperiksa di Polsek Matraman dan hendak dibawa ke Polda Metro Jaya, ia melihat dan mengenal pelaku tersebut.

"Saya kenal dia (pelaku), dia itu aktivis jalanan. Kita kaget tadi kita lihat ada dia, itu Ucok Lubis, ya mungkin dia punya korelasi dari pasangan satu calon," ujar Juan.

Selebaran berbau SARA tersebut berisi tulisan yang mendiskreditkan etnis China. Pada bagian bawah tertera tulisan "Bakar Baja (Barisan Lasykar Bumi Putra Jakarta)". Selain itu, tercatut nama Basuki Tjahaja Purnama, Prabowo Subiyanto, dan Jokowi yang merupakan cagub DKI Jakarta.

Dari pantauan Kompas.com, dua orang pelaku kemudian digiring ke mobil Patroli Kota (Patko) menuju Polda Metro Jaya. Beberapa anggota tim dan relawan Jokowi-Basuki pun juga mendatangi Polsek Matraman. Belum diketahui pasti siapa yang menyuruh pelaku menyebar selebaran berbau SARA tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau