176 Kg Ganja Diduga Akan Disuplai ke Kampung Ambon

Kompas.com - 18/09/2012, 22:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com —  Sebanyak 176 kilogram ganja kering yang diamankan Polsek Metro Kebayoran Baru diduga akan disuplai ke Kampung Ambon, Jakarta Barat, untuk kemudian dijual kepada para pembeli.

"Selama ini narkotika yang berasal dari lokasi itu atau yang dipasok dalam jumlah besar biasanya untuk dikirim ke Kampung Ambon. Tetapi, pemeriksaan kami belum sampai ke situ," kata Ajun Komisaris Besar Adex Judiswan, Kapolsek Metro Kebayoran Baru, dalam keterangan pers di Mapolsektro Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (18/9/2012).

Ia menjelaskan, kemungkinan besar ganja tersebut didatangkan dari Aceh. Namun, jalur pengiriman dan cara pengiriman masih dalam pendalaman.

"Barang bukti didatangkan dari Aceh. Kita masih pelajari paket bungkusannya, bisa diketahui pengirimannya lewat jalur mana," kata mantan perwira di lingkup Densus 88 itu.

Sebanyak 176 kilogram ganja tersebut diamankan dari kamar kos No 3-H, Lantai III, Kompleks Kos di Jalan Kebon Jeruk Dalam No. 49, Maphar, Taman Sari, Jakarta Barat.

Kamar tersebut tercatat ditempati AF yang saat ini berstatus tahanan Polsektro Palmerah dalam kasus yang sama. Laporan tentang keberadaan ganja dalam jumlah besar yang dimiliki AF diperoleh dari salah seorang pengguna yang diamankan petugas Polsektro.

Ia kemudian mengungkapkan alamat tempat terjadinya transaksi barang haram tersebut. Penggerebekan di kamar kos AF dilakukan petugas Polsek Kebayoran Baru yang dipimpin Ipda Sigit Karyono pada Minggu (16/9/2012).

Dengan seizin pemilik kos, petugas yang membuka paksa pintu kos menemukan tumpukan ganja kering yang telah dibungkus dalam 176 bal. "Tiap bal lebih kurang  seberat 1 kilogram," terang Adex.

Nilai tiap bal ganja tersebut berkisar Rp 3 juta sampai Rp 5 juta. Dengan demikian, nilai total ganja tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kepada tersangka pelaku, penyidik akan mengenakan Pasal 114 Ayat 2 juncto Pasal 111 Ayat 2 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau