Washington DC, Senin -
Dalam video itu, Romney merendahkan pendukung Presiden AS Barack Obama—yang mencapai hampir separuh penduduk AS—sebagai orang-orang yang hidup dari sedekah pemerintah dan ”tidak peduli pada hidup mereka”.
Romney, yang tengah berada di Costa Mesta, California, langsung mengelar jumpa pers untuk menanggapi video tersebut. Menurut Romney, komentarnya memang tidak disusun dengan baik, tetapi dia tak akan menarik apa yang telah dia ucapkan.
Video yang direkam diam- diam itu dibocorkan majalah beraliran liberal Mother Jones dalam situs mereka, Senin. Penggalangan dana itu berlangsung di rumah manajer pengelola dana pribadi Marc Leder di Boca Raton, Florida. Wajah setiap orang dalam video itu dikaburkan, kecuali wajah Romney.
”Terdapat 47 persen yang bersama dengan dia (Obama), yang bergantung pada pemerintah, yang merasa mereka adalah korban, yang percaya pemerintah bertanggung jawab untuk memelihara mereka, yang yakin mereka berhak atas layanan kesehatan, makanan, perumahan, dan apa saja,” ujar Romney.
Romney juga menyebut para pendukung Obama tidak membayar pajak pendapatan. ”Jadi, program kita (Partai Republik) soal pajak yang rendah tidak dipahami,” ujarnya.
Komentar Romney itu langsung ditanggapi Manajer Kampanye Obama Jim Messina. ”Mengejutkan, kandidat presiden AS berbicara dalam ruang tertutup di depan sekelompok donatur kaya bahwa separuh warga Amerika memandang diri mereka ’korban’ dan berhak atas sedekah. Sulit untuk menjadi presiden untuk seluruh orang Amerika jika Anda menghina separuh bangsa,” kata Jim Messina.
Dalam jumpa pers, Romney yang terlihat gugup mengaku pidato itu ”tidak disampaikan secara elegan”.
”Tetapi, saya bicara soal proses politik untuk menarik pendukung. Presiden punya pendukung, saya juga. Saya ingin membuat tim saya kuat dan termotivasi, serta menarik orang-orang yang berada di tengah-tengah, mendukung saya,” kilahnya.
Romney tak hanya merendahkan pendukung Obama. Ketika berbicara soal isu internasional, dalam video itu Romney mengatakan, bangsa Palestina ”bagaimanapun juga tak tertarik” untuk berdamai dengan Israel, dan jika ia menjadi presiden, dia akan menyingkirkan isu itu