Pemilu as

Romney Kembali Menjadi Sorotan

Kompas.com - 19/09/2012, 02:10 WIB

Washington DC, Senin - Bukan Mitt Romney namanya jika tidak mengundang kontroversi. Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik itu kembali menjadi sorotan, Senin (17/9), setelah media membocorkan video berisi pidato Romney dalam acara pengumpulan dana, 17 Mei lalu.

Dalam video itu, Romney merendahkan pendukung Presiden AS Barack Obama—yang mencapai hampir separuh penduduk AS—sebagai orang-orang yang hidup dari sedekah pemerintah dan ”tidak peduli pada hidup mereka”.

Romney, yang tengah berada di Costa Mesta, California, langsung mengelar jumpa pers untuk menanggapi video tersebut. Menurut Romney, komentarnya memang tidak disusun dengan baik, tetapi dia tak akan menarik apa yang telah dia ucapkan.

Video yang direkam diam- diam itu dibocorkan majalah beraliran liberal Mother Jones dalam situs mereka, Senin. Penggalangan dana itu berlangsung di rumah manajer pengelola dana pribadi Marc Leder di Boca Raton, Florida. Wajah setiap orang dalam video itu dikaburkan, kecuali wajah Romney.

”Terdapat 47 persen yang bersama dengan dia (Obama), yang bergantung pada pemerintah, yang merasa mereka adalah korban, yang percaya pemerintah bertanggung jawab untuk memelihara mereka, yang yakin mereka berhak atas layanan kesehatan, makanan, perumahan, dan apa saja,” ujar Romney.

Romney juga menyebut para pendukung Obama tidak membayar pajak pendapatan. ”Jadi, program kita (Partai Republik) soal pajak yang rendah tidak dipahami,” ujarnya.

Komentar Romney itu langsung ditanggapi Manajer Kampanye Obama Jim Messina. ”Mengejutkan, kandidat presiden AS berbicara dalam ruang tertutup di depan sekelompok donatur kaya bahwa separuh warga Amerika memandang diri mereka ’korban’ dan berhak atas sedekah. Sulit untuk menjadi presiden untuk seluruh orang Amerika jika Anda menghina separuh bangsa,” kata Jim Messina.

Dalam jumpa pers, Romney yang terlihat gugup mengaku pidato itu ”tidak disampaikan secara elegan”.

”Tetapi, saya bicara soal proses politik untuk menarik pendukung. Presiden punya pendukung, saya juga. Saya ingin membuat tim saya kuat dan termotivasi, serta menarik orang-orang yang berada di tengah-tengah, mendukung saya,” kilahnya.

Romney tak hanya merendahkan pendukung Obama. Ketika berbicara soal isu internasional, dalam video itu Romney mengatakan, bangsa Palestina ”bagaimanapun juga tak tertarik” untuk berdamai dengan Israel, dan jika ia menjadi presiden, dia akan menyingkirkan isu itu.

(Reuters/afp/ap/was)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau