Ditinggal Istri, Suami Gantung Diri

Kompas.com - 19/09/2012, 06:31 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Wawan Darmawan (39) bunuh diri di kusen pintu kamar di rumahnya di Kampung Pondok Jati, Kelurahan Jurangmangu Barat, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Selasa (18/9/2012) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban diduga putus asa ditinggal pergi istrinya.

Informasi dari Polsek Pondok Aren, yang pertama kali menemukan kondisi itu adalah anak korban, IS (11). Ia baru pulang dari rumah bibinya, Niomah. Istri korban tidak ada di rumah karena pergi sehari sebelumnya setelah bertengkar dengan korban.

Siang itu, Wawan mengantar IS ke rumah Niomah, adik istrinya. Sorenya, sekitar pukul 15.00 WIB, Niomah mengantar pulang kembali IS.

IS lebih dulu masuk ke rumah. Niomah yang masih di luar tiba-tiba mendengar jeritan IS. Niomah pun bergegas mengecek ke dalam.

Niomah menyaksikan tubuh Wawan tergantung di kusen pintu kamarnya dengan menggunakan tambang plastik berwarna biru.

Kepada polisi, baik Niomah maupun RB mengatakan, Wawan dan RB sering bertengkar. Pertengkarannya dipicu karena Wawan mempunyai kekasih lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau