Motorola Razr i, Ponsel Android "2GHz" Pertama di Dunia

Kompas.com - 19/09/2012, 09:16 WIB

Motorola MobilityMotorola Razr i

KOMPAS.com - Motorola Mobility akhirnya menggunakan prosesor berarsitektur Intel x86 untuk smartphone Razr i, yang resmi diumumkan Selasa (18/9/2012). Tak tanggung-tanggung, Motorola membekali kecepatan 2 GHz pada prosesor yang tertanam di Razr i.

Motorola Razr i bisa disebut smartphone pertama di dunia yang menggunakan prosesor dengan clock speed 2 GHz.

Prosesor Intel Atom Medfield pada Razr i ini berjenis single core, dan dibangun menggunakan proses fabrikasi 32nm. Meski hanya menggunakan prosesor single core, Motorola mengklaim kecepatan Razr i mampu mengalahkan smartphone dual core.

Untuk mengimbangi kecepatan prosesor yang besar, Motorola menggunakan baterai berkapasitas 2.000mAh, yang diklaim dapat menopang daya tahan selama 20 jam.

"Sebuah ponsel belum sepenuhnya disebut ponsel jika pemakaiannya hanya bertahan setengah hari," kata Vice President Senior Desain Motorola Mobility Jim Wicks.

Razr i memiliki bentang layar 4,3 inci dengan teknologi AMOLED QHD, dan berlapis kaca anti-gores Gorilla Glass. Ia berjalan dengan sistem operasi Android 4.0 (Ice Cream Sandwich).

Kamera utamanya dibekali sensor 8MP yang mampu mengambil 10 foto sekaligus dalam hitungan detik.

Motorola dan Intel mengklaim, daya tangkap kamera Razr i bekerja lebih cepat ketimbang kamera DSLR. Sedangkan kamera depannya bersensor 0,3MP.

Sebagai informasi, Intel sebagai raja prosesor untuk laptop dan PC, mulai tahun ini fokus ke pengembangan prosesor untuk perangkat mobile, smartphone dan tablet. Pasar prosesor mobile saat ini masih didominasi oleh prosesor besutan ARM dan Qualcomm.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau