Begini Mengakali Ruang Tamu yang Terlalu Besar!

Kompas.com - 19/09/2012, 12:31 WIB

KOMPAS.com - Tidak semua keluarga punya masalah dengan ukuran ruang tamu terlalu kecil di rumahnya. Beberapa keluarga justru merasa ruang tamu mereka tidak proporsional, baik itu terasa terlalu besar atau malah terkesan kosong.

Berbagai upaya telah dilakukan, terutama dengan cara paling mudah, seperti membeli perabotan. Alih-alih mendapatkan ruangan yang terkesan hangat, menumpuk perabotan justru membuat ruang tamu Anda berantakan. Nah, apakah Anda satu dari keluarga-keluarga yang mengalami hal ini?

Ada cara mudah "mengakali" ruang tamu terlalu besar. Berikut ini tips untuk Anda:

Tentukan masalah

Beberapa orang senang dengan ruang berukuran besar. Namun, ketika harus berhadapan dengan ruang berukuran besar, upaya mempercantik dan memberikan kesan "rumah" justru sulit.

Salah satu masalah paling sering timbul adalah dinding yang tetap terkesan kosong. Sebanyak apapun Anda memasukkan mebel, jika masalahnya ada pada dinding rumah, tentunya bukan penambahan mebel yang dibutuhkan.

Semua berawal dari cat

Warna-warna terang akan memantulkan cahaya, sementara warna gelap akan sebaliknya, akan menyerap cahaya. Maka dari itu, Anda disarankan menggunakan warna terang dan lembut pada ruangan berukuran kecil.

Untuk ruangan berukuran besar, Anda sebaiknya menggunakan warna lebih gelap. Warna-warna biru, hijau, dan coklat lembut selain cocok untuk ruangan berukuran besar, juga memberikan kesan nyaman dan rileks.

Mebel

Manfaatkan mebel dan perabotan lain di ruang tamu Anda. Warna-warna lebih gelap, seperti telah disebutkan sebelumnya, adalah ide tepat untuk ruang berukuran besar. Jika mebel terlanjur berwarna pucat, Anda bisa menggunakan bantal-bantal sofa berwarna gelap.

Begitu juga dengan tamplak meja, karpet besar, dan aksen lain di ruang tamu Anda. Jangan ragu memakai warna gelap!

Satu lagi, tidak seperti ruangan kecil, mendekor ruang berukuran besar berarti Anda memiliki work area lebih luas. Anda tidak perlu mendorong perabotan Anda mendekati dinding, namun "kumpulkan" saja perabotan Anda di tengah ruangan. Selain itu, Anda juga bisa memberikan "tanda wilayah" dengan menempatkan karpet besar di bawah kumpulan mebel.

Gantung hiasan dinding

Salah satu cara memenuhi dinding adalah dengan langsung menggantung satu lukisan berukuran besar. Namun, kesan "rumah" lebih akan tampak dengan cara ini: pasang 12 foto, gambar, atau mungkin daun press dengan pigura yang sama. Anda juga dapat memajang kain dan gorden di dinding Anda. Selain hiasan dinding, jangan lupa untuk menyebarkan tanaman pot berukuran besar di ruang tamu Anda.

Bagi ruangan dengan lampu

Berbagai macam jenis lampu, warna, dan cara menyorot lampu dapat membuat mata terpusat pada cahayanya dan efek yang dihasilkannya. Pastikan Anda memberikan pencahayaan cukup di ruangan tersebut, namun fokuskan pada satu dinding atau satu area. Mata akan secara otomatis memusatkan perhatian Anda pada satu titik dan "menyingkirkan" area lainnya. Trik ini dapat "menyempitkan" ruang tamu Anda.

Selamat mencoba!

(Sumber:www.doityourself.com/stry/toomuchroom)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau