Bangga Jadi Pencoblos Pemula

Kompas.com - 19/09/2012, 22:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua, para pemilih pemula yang berhasil masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) merasa bangga karena besok akan memberikan hak suaranya ke tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing.

Setia Muhammad Fikrullah contohnya. Siswa yang baru berusia 17 tahun ini mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur DKI.

"Karena dengan ikut mencoblos, berarti kita menyumbangkan satu suara untuk pemimpin Ibu Kota Jakarta," ucapnya kepada kompas.com, Rabu (19/9/2011).

Siswa SMAN 110 Jakarta ini pun menyebutkan, dengan ikut memilih orang nomor satu DKI, dirinya juga menentukan masa depannya sendiri.

"Karena yang menarik dari pilkada adalah program kerja atau janji-janjinya. Kalau yang kita pilih menang, kita akan menagih janjinya," tambah Setia, yang mengaku bangga kalau jarinya nanti akan berwarna biru oleh tinta pemilu.

Berbeda dengan Revina Awalia, meski ia tahu kalau satu suaranya bakal menentukan masa depan Jakarta, ia menganggap momen ini sebagai bukti pendewasaan dirinya.

"Suaranya sih cuma kecil, satu suara doang, tapi menentukan siapa pemimpin kita. Aku sih seru aja, bakal bisa menentukan siapa orangnya. Kalau sebagai pelajar senang dan bangga udah dewasa," katanya.

Untuk pengalaman pertamanya ini, Revina mengaku sudah ditebarnya melalui media sosial.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau