BIMA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, meminta agar peserta Jelajah Sepeda Kompas Bali-Komodo 2012, singgah sejenak di Kompleks Uma Lengge atau lumbung kolektif warga Desa Maria, Kecamatan Wawo. Di lokasi lumbung ini peserta akan disuguhi ritual ampa fare atau tradisi menyimpan padi ke lumbung.
"Jelajah sepeda ini punya misi kepariwisataan. Karenanya kami memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan salah satu keragaman tradisi di Nusantara ini," ujar H Murdin, Kepala Dinas Pariwisata Bima, Kamis (20/9/2012) pagi di Raba, Ibu Kota Bima.
Peserta Jelajah Sepeda Kompas Bali-Komodo hari ini berangkat dari Desa Alas menuju Desa Pidang, setelah menginap masing-masing semalam di dua desa Kabupaten Sumbawa itu. Mereka tiba di Kota Bima, Sabtu (22/9/2012) nanti.
Dari Kota Bima, peserta menuju Pelabuhan Sape (23/9/2012), dan finish di Labuhan Bajo, Flores, NTT. Desa Maria adalah rute yang dilewati Jelajah Sepeda ini menuju Sape.
Warga desa itu menyambut para tamunya dengan tarian wura bongi monca (tabur beras kuning), berikut disuguhkan makanan kuliner berbahan dasar tanaman pangan lokal: beras (padi lokal), jawawut, kacang panjang, kacang ijo, dan oha santa mina (nasi santan padi ketan), selain menyaksikan ritual ampa fare.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang