Tak Bawa Undangan, Ahok Tetap Diizinkan Mencoblos

Kompas.com - 20/09/2012, 11:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Cawagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, datang ke lokasi pencoblosan TPS 059 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (20/9/2012), tanpa membawa surat undangan pemilih. Namun, hal itu tidak menjadi halangan bagi Basuki untuk melakukan pencoblosan.

"Maaf, saya lupa bawa surat undangannya, ketinggalan di rumah," kata Basuki kepada Ketua TPS 049 H Ma'mun.

Entah karena berstatus calon wakil gubernur atau karena dikelilingi puluhan awak media ataukah karena nama Basuki atau Ahok sudah tercatat sebagai pemilih dalam DPT, pasangan Jokowi itu tetap diizinkan melakukan pencoblosan bersama istrinya.

Ini berbeda dengan apa yang dialami salah seorang pria yang hendak mencoblos di TPS yang sama. "Dia tidak bawa surat undangan. Karena itu, kami minta tanya dulu ke Pak RT," kata Suparno, petugas keamanan TPS.

Beberapa saat kemudian, pria tersebut kembali mendatangi TPS dengan membawa surat undangan. Kali ini dia disambut dengan senyum dan dipersilakan melakukan pencoblosan.

TPS 059 menjadi tempat pencoblosan bagi 584 pemilih terdaftar. Dari jumlah tersebut, 299 di antaranya adalah perempuan dan sisanya, 285 pemilih, adalah pria.

Situasi yang dialami cawagub di TPS 059 Pluit rupanya bertolak belakang dengan apa yang dialami oleh Fetty Azzizah di TPS 028 Cipete, Jakarta Selatan.

Direktur Media Comm ini, menurut informasi yang diperoleh dari Tim Pemenangan Jokowi-Basuki, dilarang melakukan pencoblosan lantaran tidak mendapat undangan.

"Walaupun sudah menunjukkan KTP dan kartu keluarga, Ibu Fetty tetap tidak diizinkan menggunakan hak pilih," kata Budi Purnomo Karjodihardjo, Ketua Media Center Jokowi-Basuki.

Menurut informasi, di TPS yang sama masih ada beberapa warga yang juga dilarang melakukan pencoblosan dengan alasan serupa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau