Marzuki Alie Sulit Prediksi Kemenangan Foke

Kompas.com - 20/09/2012, 13:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Marzuki Alie sulit memprediksi siapa pasangan calon yang bakal memenangkan pemilihan kepala daerah (Pemilkada) DKI Jakarta 2012 putaran kedua. Menurut Marzuki, masing-masing calon memiliki kekuatan yang beda tipis.

Marzuki mengatakan, pemenang kali ini akan sulit diprediksi karena jumlah penduduk yang belum menentukan pilihan terlampau banyak. "Agak susah prediksi karena yang belum memutuskan terlalu besar. Kalau relatif kecil, kita bisa prediksi polling itu," kata Marzuki saat ditemui di kediamannya, Kamis (20/9/2012).

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI yang bertarung dalam Pemilkada putaran kedua ini adalah pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok). Marzuki memperkirakan presentase perbandingan perolehan suara dua pasangan calon tersebut bakal beda tipis, yakni 41:59.

Meskipun secara keseluruhan sulit memprediksi kemenangan Foke-Nara, Marzuki mengaku optimistis pasangan calon yang diusung partainya itu akan memenangkan perolehan suara, setidaknya di lingkungan tempat tinggal Marzuki di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. "Insya Allah di sini menanglah," ucap Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu.

Marzuki mengatakan, ia sudah ikut berjuang menghimpun dukungan warga sekitar. Sebelum pemungutan suara putaran kedua, Marzuki sudah mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Bukan hanya di sekitar tempat tinggalnya, Marzuki juga sudah mengadakan pertemuan dengan organisasi-organisasi masyarakat di DKI Jakarta, termasuk massa pendukung calon yang kalah dalam putaran pertama.

"Saya berharap menang se-DKI lah. Sudah kerja keras kok. Sudah banyak saya ketemu masyarakat, terakhir LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), masyarakat Tionghoa se-DKI Jakarta, ada 2.000-an. Ada menggerakkan, mesinnya guru-guru ngaji, saya bina. Jaringan santri, saya gerakkan," ujarnya.

"Saya gerakkan juga rekan-rekan muda NU, ada Koordinator Keluarga Harapan, kemudian Asosiasi Pedagang Kaki Lima DKI Jakarta, aktivis pergerakan wanita, masyarakat yang kemarin dukung Alex Noerdin. Mudah-mudahan ada perubahan sih," tambah Marzuki.

Dalam Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, perolehan suara Foke-Nara kalah dibanding Jokowi-Basuki. Foke-Nara meraih 34,05 persen suara, sedangkan Jokowi-Basuki mendapatkan 42,60 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau