Washington, Kamis
Pertemuan Suu Kyi dan Obama, yang berlangsung 30 menit, adalah pertemuan dua pemenang Hadiah Nobel Perdamaian. Suu Kyi memperolehnya tahun 1991, sementara Obama tahun 2009. Suu Kyi mendapat penghormatan dengan diterima di Ruang Oval kantor presiden AS, yang biasanya hanya digunakan menerima kepala negara atau pemerintahan negara asing.
Namun, Gedung Putih terlihat berhati-hati agar kunjungan Suu Kyi ke Washington tidak mengalihkan perhatian dari kunjungan Presiden Myanmar Thein Sein ke Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pekan depan. Wartawan foto diizinkan masuk dan diberi waktu sebentar untuk mengambil gambar. Adapun juru kamera televisi ataupun wartawan media cetak tidak boleh masuk.
Setelah pertemuan, Gedung Putih mengatakan Obama menyampaikan kekaguman atas keberanian dan pengorbanan pribadi Suu Kyi menegakkan demokrasi dan HAM di negerinya. Obama juga menyambut baik transisi demokrasi di Myanmar dan kemajuan yang diperoleh Liga Nasional untuk Demokrasi, partai pimpinan Suu Kyi.
Sebelum bertemu Obama, Suu Kyi diterima oleh Kongres AS di gedung Capitol AS. Dalam pertemuan yang dihadiri anggota Senat dan DPR AS itu, Suu Kyi menerima langsung Medali Emas Kongres yang diberikan Kongres AS tahun 2008 atas perjuangannya membangun demokrasi di negara yang dikuasai junta militer sejak 1962.
”Ini adalah salah satu hari paling mengharukan dari hidup saya, berada di sebuah majelis yang tak terpecah, majelis yang bergabung bersama untuk menyambut seorang asing dari negeri yang jauh,” katanya.
”Di antara wajah-wajah ini ada yang pernah saya temui ketika menjadi tahanan rumah, dan beberapa orang saya lihat setelah dibebaskan,” kata Suu Kyi, mengakui dukungan kuat anggota Kongres AS selama dia menjadi tahanan rumah.
Pada upacara penerimaan itu, baik Suu Kyi maupun Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton menyebutkan, reformasi di Myanmar mencapai banyak kemajuan dengan hadirnya menteri yang mewakili presiden Myanmar dan duta besar baru negara itu di Washington. ”Hal ini dimungkinkan karena pembaruan yang diambil Presiden Thein Sein,” kata Suu Kyi.
Ketua DPR AS John Boehner (Partai Republik), pemimpin minoritas DPR AS Nancy Pelosi (Partai Demokrat), pemimpin mayoritas Senat Harry Reid (Demokrat), pemimpin minoritas Senat Mitch McConnell (republik) menyingkirkan perbedaan mereka menjelang pemilu presiden AS dan bersama-sama menyampaikan kekaguman mereka pada Suu Kyi.
Selain anggota Kongres, gedung Capitol juga diramaikan oleh sejumlah biksu berjubah kuning-jingga dan perempuan yang mengenakan baju tradisional Myanmar.