Myanmar-as

Aung San Suu Kyi Terima Penghargaan Tertinggi

Kompas.com - 21/09/2012, 02:27 WIB

Washington, Kamis - Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi diterima Presiden Amerika Serikat Barack Obama, di Gedung Putih, Rabu (19/9), pada hari kedua kunjungannya ke AS. Sebelumnya, tokoh demokrasi Myanmar itu menerima bintang penghargaan tertinggi dari Kongres AS.

Pertemuan Suu Kyi dan Obama, yang berlangsung 30 menit, adalah pertemuan dua pemenang Hadiah Nobel Perdamaian. Suu Kyi memperolehnya tahun 1991, sementara Obama tahun 2009. Suu Kyi mendapat penghormatan dengan diterima di Ruang Oval kantor presiden AS, yang biasanya hanya digunakan menerima kepala negara atau pemerintahan negara asing.

Namun, Gedung Putih terlihat berhati-hati agar kunjungan Suu Kyi ke Washington tidak mengalihkan perhatian dari kunjungan Presiden Myanmar Thein Sein ke Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pekan depan. Wartawan foto diizinkan masuk dan diberi waktu sebentar untuk mengambil gambar. Adapun juru kamera televisi ataupun wartawan media cetak tidak boleh masuk.

Setelah pertemuan, Gedung Putih mengatakan Obama menyampaikan kekaguman atas keberanian dan pengorbanan pribadi Suu Kyi menegakkan demokrasi dan HAM di negerinya. Obama juga menyambut baik transisi demokrasi di Myanmar dan kemajuan yang diperoleh Liga Nasional untuk Demokrasi, partai pimpinan Suu Kyi.

Medali emas

Sebelum bertemu Obama, Suu Kyi diterima oleh Kongres AS di gedung Capitol AS. Dalam pertemuan yang dihadiri anggota Senat dan DPR AS itu, Suu Kyi menerima langsung Medali Emas Kongres yang diberikan Kongres AS tahun 2008 atas perjuangannya membangun demokrasi di negara yang dikuasai junta militer sejak 1962.

”Ini adalah salah satu hari paling mengharukan dari hidup saya, berada di sebuah majelis yang tak terpecah, majelis yang bergabung bersama untuk menyambut seorang asing dari negeri yang jauh,” katanya.

”Di antara wajah-wajah ini ada yang pernah saya temui ketika menjadi tahanan rumah, dan beberapa orang saya lihat setelah dibebaskan,” kata Suu Kyi, mengakui dukungan kuat anggota Kongres AS selama dia menjadi tahanan rumah.

Pada upacara penerimaan itu, baik Suu Kyi maupun Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton menyebutkan, reformasi di Myanmar mencapai banyak kemajuan dengan hadirnya menteri yang mewakili presiden Myanmar dan duta besar baru negara itu di Washington. ”Hal ini dimungkinkan karena pembaruan yang diambil Presiden Thein Sein,” kata Suu Kyi.

Ketua DPR AS John Boehner (Partai Republik), pemimpin minoritas DPR AS Nancy Pelosi (Partai Demokrat), pemimpin mayoritas Senat Harry Reid (Demokrat), pemimpin minoritas Senat Mitch McConnell (republik) menyingkirkan perbedaan mereka menjelang pemilu presiden AS dan bersama-sama menyampaikan kekaguman mereka pada Suu Kyi.

Selain anggota Kongres, gedung Capitol juga diramaikan oleh sejumlah biksu berjubah kuning-jingga dan perempuan yang mengenakan baju tradisional Myanmar. (Reuters/AP/AFP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau