Pariwisata

Indonesia Ingin Rebut Pasar Jepang

Kompas.com - 21/09/2012, 02:44 WIB

Tokyo, Kompas - Pemerintah Indonesia ingin menarik kunjungan lebih banyak wisatawan dari Jepang. Selain promosi, Pemerintah Indonesia aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah dan sektor swasta ”Negeri Sakura” tersebut.

Wartawan Kompas, Andy Riza Hidayat, melaporkan dari Tokyo, Jepang, pada Kamis (20/9) sampai Minggu (23/9), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu memimpin delegasi Indonesia menghadiri serangkaian pertemuan dan pameran.

Salah satu agenda penting di Jepang adalah keikutsertaan Indonesia dalam pameran Japan Association of Travel Agents 2012. Kali ini merupakan keikutsertaan Indonesia yang ke-12 sejak acara itu digelar. Acara ini diikuti paling tidak 150 negara. Indonesia mengirimkan 30 pelaku usaha pariwisata Indonesia.

”Jepang menjadi pasar yang penting bagi industri pariwisata Indonesia. Saat ini kunjungan wisata dari Jepang menempati urutan kelima dari seluruh wisatawan. Target sampai akhir tahun ini sebanyak 450.000 orang,” tutur Mari.

Sampai dengan Juli 2012, kunjungan wisatawan ke Indonesia tumbuh 4,5 persen dibandingkan dengan tahun 2011. Wisatawan dari Jepang tahun 2010 sebanyak 406.011 orang. Angka ini bertambah 2,24 persen pada tahun 2011 sebesar 415.088 orang.

Setelah tiba di Tokyo, Kamis pagi, Mari langsung menggelar pertemuan dengan pelaku industri wisata dan pemerintah. Mari menemui pemimpin perusahaan Sony Music Entertainment Japan Inc. ”Kami ingin belajar dari Sony mengembangkan industri kreatif. Kami sama-sama menganggap pembajakan menjadi tantangan yang harus diselesaikan. Menghadapi itu, perlu ide kreatif, misalnya, membangun gedung konser agar ada pendapatan muncul dari sektor lain,” ujarnya lebih lanjut.

Mari selanjutnya menggelar pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Yukio Edano di Tokyo. Kedua menteri membicarakan kerja sama terkait pengembangan industri kreatif dalam bidang animasi, mode, desain, dan kuliner. ”Tidak lama lagi kami ingin Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri datang ke Jakarta dalam acara pekan kreatif,” kata Mari.

Mari juga bertemu dengan asosiasi pelaku usaha wisata yang melayani pasar Jepang.

David John, Chief Operating Officer CurioAsia, perusahaan yang bergerak dalam bidang desain dan pariwisata, menyatakan, upaya Pemerintah Indonesia mendekati Jepang adalah hal yang positif. Namun, pendekatan dengan sektor swasta dan Pemerintah Jepang harus dilanjutkan dengan tindakan nyata.

”Jangan hanya berhenti pada pendekatan, pertemuan, dan tanda tangan kesepakatan. Tetapi, harus ada langkah berikutnya,” kata David John.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau