JAKARTA, KOMPAS.com- Pelambatan perekonomian global kembali menghadirkan kekhawatiran global. Hal ini diperkirakan bakal menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (21/9/2012).
Bursa Wall Street ditutup variatif dengan mayoritas pelemahan semalam. Indeks S&P500 turun 0,05 persen, Indeks Nasdaq melemah 0,21 persen, sementara Indeks Dow Jones menguat 0,14 persen.
Kemarin, IHSG ditutup turun 27,19 poin (0,64 persen) ke level 4.217,52 dengan jumlah transaksi sebanyak 17,34 juta lot atau setara Rp 3,98 triliun. Saham-saham sektor industri dasar, properti, dan keuangan mencatat kenaikan di tengah penurunan sektor lain.
Asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp 12,35 miliar dengan saham yang paling banyak dijual antara lain ASII, TLKM, MAPI, BMRI, dan UNVR. Mata uang rupiah terdepresiasi ke Rp 9.574 per dollar AS.
Menurut riset eTrading Securities, penurunan IHSG itu masih merupakan penurunan sehat dalam kerangka konsolidasi teknikal. Level 4.199 yang merupakan support IHSG masih belum tertembus.
Namun, penurunan itu masih menyisakan potensi penurunan lebih jauh. Maka, seperti sebelumnya, strategi buy on weakness tetap disarankan dengan resistance indeks di level 4.272. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan hari ini adalah BHIT, MLPL, dan PWON.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang