49 Bayi di Sulut Terinfeksi HIV/AIDS

Kompas.com - 22/09/2012, 11:17 WIB

MANADO, KOMPAS.com -  Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulawesi Utara, dr Tangel Kairupan, Sabtu (22/9/2012) melansir data sebanyak 49 bayi di Sulawesi Utara berusia di bawah lima tahun mengalami infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

"Jumlah bayi terpapar AIDS merupakan akumulasi tahun 1997 hingga 2012. Angka bayi tertular AIDS terus bertambah setiap tahun," kata Tangel.

Ia merinci balita terinfeksi HIV/AIDS di umur satu tahun sebanyak 18 orang, empat bayi di antaranya mengidap HIV dan sisanya 14 bayi mengidap AIDS. Balita berumur di antara 14 tahun, berj umlah 31 orang, 13 bayi di antaranya mengidap HIV dan 18 bayi mengidap AIDS.

Tangel menduga alur infeksi berasal dari ibu ketika menyusui. Oleh karena itu, begitu diketahui ibu mengandung dalam kondisi mengidap HIV/AIDS, ada terapi khusus yang dilakukan sehingga anak yang lahir tidak akan terinfeksi seperti ibunya.

Ia lantas menjelaskan terapi khusus yang dimaksud itu adalah Prevention of Mother to Child Transmission (PMTCT), yakni ibu hamil akan diberikan obat khusus sehingga tidak mengganggu janin.

"Kami berharap ibu-ibu yang mengidap HIV/AIDS agar bisa melakukan terapi khusus sehingga tidak terjadi transmisi penyakit kepada janin di kandungnya," katanya.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara menyebut jumlah pengidap HIV/AIDS sebanyak 979 orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau