Pilkada dki jakarta 2012

Basuki Janji Kedepankan Kepentingan Rakyat

Kompas.com - 22/09/2012, 14:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama yang unggul dalam hasil penghitungan cepat di beberapa lembaga survei pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua berjanji selalu mengutamakan kepentingan rakyat Jakarta dibanding kepentingan partai politik di belakang mereka, yakniPartai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

"Menjaga kepercayaan masyarakat Jakarta yang sudah memilih saya dan Pak Jokowi ini dengan tidak mementingkan kepentingan pribadi maupun kepentingan partai politik di belakang kami, semuanya melalui transaparansi anggaran. Saya yakin masyarakat Jakarta sudah pintar semua," kata Basuki di Warung Daun, Jakarta, Sabtu, (22/9/2012).

Sementara itu, psikolog politik dari Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, mengatakan, semua permasalahan Jakarta akan mudah diselesaikan apabila pemimpinnya mementingkan kepentingan rakyat.

"Asalkan ada kemauan dengan sungguh-sungguh dengan mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan lainnya, mengurus Jakarta saya rasa jadi lebih mudah," kata Hamdi Muluk.

Dikatakan oleh Hamdi, sosok Jokowi sosok yang menekankan partisipasi publik. "Ia berhasil dengan keterbatasan dana, namun ia lewati semua itu berkat partisipasi publik," kata Hamdi.

Ia mengatakan, partisipasi publik memungkinkannya membangun Jakarta lebih baik lagi. "Partisipasi publik harus lebih digiatkan oleh Jokowi-Basuki sehingga pembangunan diselesaikan bersama-sama. Rangkul para Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), publik, media," kata Hamdi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau