Pilpres as

Romney Malah Sibuk Galang Dana

Kompas.com - 24/09/2012, 06:07 WIB

Los Angeles, Minggu - Dikritik kurang meluangkan waktunya untuk mengunjungi negara bagian yang memiliki banyak pemilih mengambang, kandidat presiden Amerika Serikat dari kubu Republik, Mitt Romney, malah asyik mengumpulkan dana di dua tempat California Selatan, Sabtu (22/9)

Justru Presiden Barack Obama, yang berjuang untuk terpilih kembali, berkampanye di Wisconsin pada hari yang sama. Wisconsin adalah tempat kelahiran Paul Ryan, calon wakil presiden pendamping Romney. Obama, menurut polling terakhir yang dilakukan NBC-Wall Street Journal Marist, masih didukung sekitar 50 persen pemilih di negara bagian ini dibandingkan dengan Mitt Romney, yang hanya didukung 45 persen.

”Kita tentunya tak bisa menyalahkan seseorang untuk persoalan yang saat ini kita hadapi,” kata Obama, yang pada pemilu presiden tahun 2008 memenangi suara di negara bagian ini. Dukungan terhadapnya sempat surut setelah Romney menunjuk Ryan sebagai kandidat wakil presiden.

Raup jutaan dollar AS

”Saya bahkan tak sempat pulang ke rumah hari ini. Kami malah ke sini menjenguk Anda semua,” kata Mitt Romney kepada para pendukungnya di hotel wisata Grand Del Mar di Del Mar, California. Padahal, tempat kampanyenya itu hanya berjarak tak sampai 20 kilometer dari rumah liburan Romney di pantai La Jolla.

Sekitar 650 pendukungnya di Del Mar—termasuk konsultan dietnya, Jenny Craig—membayar tiket, berkisar antara 1.000 dollar AS dan 25.000 dollar AS, hanya untuk mendengarkan pidato Romney sepanjang 40 menit atau untuk bisa berfoto bersamanya. Mereka makan daging ayam panggang dan masakan khas Israel, kuskus.

Pada acara penggalangan dana berikutnya di Hotel Beverly Hilton, Mitt Romney berhasil menggaet dana 6 juta dollar AS, atau sekitar Rp 57 miliar. Sekitar 1.500 tiket terjual, dari harga 1.000 dollar AS hingga 50.000 dollar AS. Tak hanya komedian Dennis Miller, para tamu juga dihibur pemusik, komposer, dan produser musik ternama David Foster.

Praktis selama hampir sepekan terakhir, Romney tidak bertemu publik untuk berkampanye, dan hanya menghadiri lima penggalangan dana. Hal ini mengundang kekhawatiran sejumlah pihak di Partai Republik karena pemilu presiden pada 6 November tinggal kurang dari tujuh minggu.

Baru pada hari Minggu, Romney terbang ke Denver untuk berkampanye. Kampanyenya dilanjutkan dengan bus dan singgah di Ohio, negara bagian yang diperebutkan kedua kubu, pada Selasa. (AP/Reuters/sha)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau