Mau Mendongeng untuk Anak, Mulai dari Mana?

Kompas.com - 24/09/2012, 15:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebiasaan mendongeng untuk anak-anak memang perlu dilakukan oleh orangtua dan guru tanpa harus membacakan langsung dari bukunya. Dengan mengandalkan kreativitas dan improvisasi, transfer karakter tokoh yang baik dan pesan moral melalui dongeng dapat berlangsung dengan mudah.

Pendongeng Awam Prakoso mengatakan, mudah untuk memulai sebuah dongeng kepada anak-anak. Dengan tujuan mulai dari menghibur sampai menyampaikan materi pelajaran sekalipun, orangtua dan guru bisa mulai bercerita dengan ide-ide yang diperoleh dari lingkungan sekitar anak-anak.

"Bahan cerita bisa didapat dari suatu hal yang dekat dengan kita, misalkan di rumah ada sebuah pohon. Orangtua bisa membuat cerita dari ide tersebut," kata pendiri "Kampung Dongeng" itu saat memberikan pelatihan mendongeng kepada orangtua murid TK Bakti Mulya 400, Pondok Indah, Jakarta, Senin (24/9/2012).

"Misalkan seperti ini, 'Anak-anak ini ada sebuah pohon, pohonnya ada banyak daun. Daun yang muda, dan daun yang tua. Yang tua akan terjatuh kelepek kelepek kelepek. Daun muda jadi kasihan dan teriak 'Nenek jangan pergi...!' Kata daun muda. Nenek menjawab, tidak apa-apa, nenek sudah tua dan akan jatuh ke bumi untuk menyuburkan tanah, kamu masih muda harus memberikan udara segar (oksigen) kepada mahkluk bumi. Kita harus menjaga pohon bersama-sama ya?" tuturnya.

Pria yang akrab dipanggil Kak Awam ini memaparkan, setiap kisah dongeng yang disampaikan kepada anak dapat dikreasikan sedemikian mungkin. Pasalnya, menurut Kak Awam, dongeng sendiri bermakna kisah rekayasa imajinasi sederhana dengan alur perjalanan hidup yang mengandung pesan moral.

Untuk mengkreasikan dongeng bagi anak-anak, Kak Awam berbagi tips persiapan yang perlu dilakukan.

1. Memilih atau membuat cerita.
Seperti disampaikan sebelumnya, cerita dapat direkayasa dari apa saja yang dekat dengan orangtua, guru dan anak-anak. Cerita itu harus berpesan nilai moral, seperti mendongeng soal sepatu. Cerita ini, misalnya sejak awal sudah disisipkan pesan kebaikan bahwa memulai sesuatu harus dari kanan.

"Kemanakah sepatu kanan saya? Saya enggak bisa pakai sepatu kalau tidak ada bagian yang kanan (upayakan sambil berekspresi), karena memakai sepatu itu harus sepasang, dimulai dari yang kanan bla bla bla," tutur Kak Awam.

2. Menyiapkan alat peraga
Cerita yang didukung oleh alat berupa, boneka, sepatu, atau daun misalnya dapat kita gerak-gerakan dalam dialog cerita dongeng yang akan dirangkai.

3. Menghafal dan bercerita
Kadang kita sudah tahu cerita kebaikan seorang Putri Salju, Cinderella atau Malin Kundang, dan sebagainya. Kisah itu sudah kita hafal dan tinggal disampaikan kembali dalam cerita versi kita dengan media dan alat peraga yang berbeda-beda.

4. Menyiapkan tempat
Selain di kamar tidur, kita juga dapat menceritakan dongeng di sebuah dapur dan atau ruang bermain anak-anak, bahkan juga di ruang kelas. Tempat ternyamannya adalah saat anak-anak bersama kita.

Sudah siap untuk mendongeng?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau