Tetangga Terduga Teroris Solo Masih Heran

Kompas.com - 24/09/2012, 15:57 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Penangkapan 9 terduga teroris di kota Solo, menyisakan tanya bagi beberapa warga di sekitar lokasi penangkapan. Selama bertahun-tahun ternyata baru mengetahui apabila salah satu tetangga mereka menjadi terduga teroris.

Hal tersbeut dialami dan dirasakan oleh beberapa warga yang tinggal tak jauh dari salah satu tersangka teroris, Chumaedi (43) alias Midi di Kampung Griyan RT 7/ RW 10 Kelurahan Pajang, Laweyan Kota, Solo, yang ditangkap Densus pada Sabtu (22/9/2012) lalu. Haryanto, salah satu teman akrab Chumaedi pun masih tidak percaya atas penangkapan temannya itu.

"Dulu dia teman mancing saya, dan tiga tahun terkahir ini dia memang berubah," katanya saat ditemui di depan rumah Midi yang sudah porak poranda.

Haryanto menceritakan sosok Midi yang dulunya akrab dan selalu murah senyum dan humoris, tiba tiba menjadi pendiam dan sedikit tertutup. "Kadang-kadang masih mendatangi warga yang sedang nongkrong, namun tidak banyak yang dia ucapkan. Dia orangnya sedikit aneh dan justru menjadi bahan banyolan warga, dan dia tidak mempermasalahkannya saat menjadi bahan banyolan," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Chumaedi ditangkap pada Sabtu kemarin pukul 7.00 di rumahnya, Kelurahan Pajang. Kemudian Densus menemukan beberapa barang bukti termasuk bahan peledak di rumah Chumaedi.

Chumaedi dikenal juga kenal dekat dengan Hadi Susilo alias Adib, salah satu tersangka teroris yang tewas bersama Noordin M Top saat penggrebekan Densus di Mojosongo, Solo tahun 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau