APPSI: Jokowi Tidak Tahu Iklan Kami

Kompas.com - 24/09/2012, 18:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Setyo Edi berharap agar persoalan kasus iklan dukungan APPSI tidak mempengaruhi langkah Jokowi-Basuki yang sebentar lagi dilantik Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Setyo pun menegaskan bahwa Jokowi-Basuki sama sekali tidak tahu soal pembuatan hingga penayangan iklan itu.

"Jokowi tidak tahu iklan kami. Dia baru tahu setelah iklan ini ramai diributkan. Sebelumnya, dia sama sekali tidak tahu," ujar Setyo usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/9/2012).

Dijelaskannya, iklan itu dibuat atas dasar bentuk apresiasi dan harapan para pedagang pasar terhadap Jokowi-Basuki, bukan atas instruksi tim sukses. Gambar Jokowi-Basuki yang ada dalam iklan itu pun merupakan potongan dokumentasi APPSI saat pasangan calon nomor tiga itu berkunjung ke pasar.

"Seluruh biaya juga APPSI yang tanggung, pengurus kolekan menghimpun uang. Produksinya sangat sederhana, hanya penayangannya di televisi bayar sekitar Rp 200 juta. Bukan dari dana Jokowi atau pun tim suksesnya," kata Setyo.

Setyo juga menjelaskan bahwa APPSI sama sekali tidak mau masuk ke ranah politik. Dengan alasan itu, APPSI pun tidak mau menayangkan iklannya pada masa kampanye lantaran takut dianggap sebagai tim sukses.

"Kami sudah terbentuk sejak tahun 2004, jadi kami tidak bisa disebut organisasi kemarin sore. Kami tidak mau ikut berpolitik. Iklan itu inisiatif kami," kata Setyo lagi.

Sebelumnya, Panwaslu DKI Jakarta melaporkan ke Polda iklan dukungan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) untuk pasangan calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama terbukti. Oleh Panwaslu DKI Jakarta, iklan tersebut sudah melanggar kampanye di luar jadwal. Ini sesuai Pasal 116 Ayat 1 tentang Kampanye di Luar Jadwal, dengan ancaman pidana penjara minimal 15 hari maksimal 3 bulan atau denda sebesar Rp 100.000 dan maksimal sebesar Rp 1 juta.

Tim Foke-Nara, sebagai pelapor kasus ini ke Panwaslu, menyebutkan bahwa iklan tersebut tidak gentle karena mendompleng APPSI. Barang bukti yang diberikan oleh tim Foke-Nara adalah rekaman dalam bentuk DVD iklan di beberapa stasiun televisi swasta. Iklan berbau kampanye itu disiarkan oleh Trans7, MetroTV, TVOne, dan TransTV serentak pada 27 Agustus 2012.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau