JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menembus level 5.000 di akhir tahun 2013. Hingga saat ini, IHSG masih bertengger di level 4.200.
"Kami prediksi IHSG akan menembus level 5.000 di akhir tahun ini," ungkap Head of Research Citi Securities Indonesia Ferry Wong di Jakarta, Senin (24/9/2012).
Menurut Ferry, tren ekonomi Indonesia khususnya perkembangan dan kebijakan pasar modal di Indonesia saat ini mengalami tren kenaikan. Apalagi juga ditopang oleh kondisi regional dan global, walau masih ada negara-negara yang mengalami krisis.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Nurhaida menambahkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini juga dalam kondisi baik.
Hal ini ditunjukkan dengan cadangan devisa negara per 31 Agustus 2012 sebesar 108,9 miliar dollar AS.
Di sisi lain, kondisi nilai tukar Rupiah per 21 September juga masih Rp 9.558 per dollar AS dan IHSG per 21 September lalu masih 4.224,62 dengan kapitalisasi pasar Rp 4.010 triliun.
Selain itu, kondisi transaksi harian di Bursa Efek Indonesia mencapai sekitar Rp 4 triliun per hari dengan jumlah frekuensi transaksi sekitar 105.000 kali transaksi per hari.
Jumlah investor asing yang melakukan posisi nett buy di pasar Indonesia sebesar Rp 15,15 triliun.
"Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih menarik bagi pemodal asing dan in flow ini dapat mengurangi defisit pada neraca pembayaran Indonesia," tambah Nurhaida.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang