Optimalkan Koordinasi Antarpemangku Kepentingan

Kompas.com - 24/09/2012, 19:57 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com — Ketua Komisi A DPR Papua Ruben Magai, Senin (24/9/2012), di Jayapura meminta agar Kepala Polda Papua yang baru, Irjen Tito Karnavian, mengoptimalkan koordinasi antarpemangku kepentingan di Papua, terutama bidang keamanan.

Ruben menegaskan, dengan rekam jejak dan kapabilitas Tito Karnavian, polisi dapat berupaya lebih untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan di Papua serta bersikap lebih profesional.

Ruben mengharapkan agar persoalan keamanan di Papua tidak lagi menjadi persoalan musiman. Karena itu, aparat dituntut untuk mampu mengoptimalkan kinerja mereka dan mampu memberi kepastian hukum atas aneka kasus keamanan yang terjadi di Papua.

Sebagai catatan, hingga saat ini banyak kasus penembakan yang memakan korban jiwa di Papua belum diketahui pelaku dan motif dibalik penembakan itu. Di sisi lain, Ruben juga meminta agar polisi lebih mengedepankan sikap persuasif.

Ia mengharapkan polisi menghormati ruang-ruang demokrasi dan tidak serta merta menstigma sikap kritis warga sebagai tindakan separatis. "Kedepankan sikap dialog dan tangani dengan sikap profesional, dan jangan bersikap otoriter," kata Ruben Magai.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau