Foke Prihatin Siswa SMAN 6 Tewas Tawuran

Kompas.com - 24/09/2012, 20:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyerbuan siswa SMAN 70 Jakarta yang mengakibatkan tewasnya salah seorang siswa SMAN 6 bernama Alawy Yusianto Putra membuat Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo prihatin. Ia berharap aksi antara kedua sekolah ini dapat dihentikan dan tidak berlanjut sehingga makin merugikan banyak pihak.

"Saya prihatin sampai itu terjadi. Saya tahu, persatuan orang tua di sana sangat aktif terutama kepala sekolahnya," kata pria yang akrab disapa Foke di Balaikota, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Kendati demikian, ia mengaku belum mengetahui faktor penyebab pecahnya aksi tawuran tersebut. Untuk itu, ia menyerahkan semuanya pada pihak yang berwajib untuk segera menuntaskan kasus ini.

"Harapannya jangan sampai berkembang dan merugikan semua pihak. Tunggu saja dari pihak kepolisian, ini sudah masuk kasus tindak pidana," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan tidak ada rencana untuk memindahkan dua sekolah tersebut, meski kedua sekolah ini kerap terlibat aksi kekerasan.

"Yang lebih langgeng cari format kerukunan yang melibatkan stakeholder yang ada," ujarnya.

Keributan antara pelajar SMA Negeri 70 dan SMA Negeri 6 Jakarta terjadi setelah jam pulang sekolah. Alawy, siswa kelas X SMA Negeri 6, tewas karena mengalami luka bacok yang menembus bagian tengah dadanya.

Sementara itu, ketiga korban luka lainnya adalah Farouq yang menderita luka di jari-jari dan lengan, Dimas yang mengalami luka di pelipis, dan Zurah yang mengalami luka di lengan dan punggung.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau