MANCHESTER, KOMPAS.com — Pertandingan Premier League melawan Manchester United (MU), di Anfield, Minggu (23/9/2012), merupakan laga pertama sejak Panel Independen Hillborough mengumumkan hasil penyelidikan mereka, yaitu bahwa suporter tak terlibat dalam tragedi tewasnya 96 suporter Liverpool, 1989 lalu.
Pada seremoni jabat tangan sebelum pertandingan, bek MU, Patrice Evra, dan penyerang Liverpool, Luis Suarez, tampak bersalaman. Itu adalah jabat tangan pertama mereka sejak laga Premier League, di Anfield, 15 Oktober 2011.
"Hal terpenting hari ini adalah rasa hormat karena itu adalah pertandingan antara dua klub besar yang sama-sama pernah mengalami tragedi," ujar Evra.
"Itu kenapa meski banyak orang bicara soal aku berjabat tangan dengan Suarez, kisah klub kami lebih besar dari itu. Itu kenapa aku menilai jika aku tak menjabat tangannya, aku tak menghormati sejarah kedua klub."
"Akhirnya, kali ini ia menjabat tanganku dan yang lebih penting lagi adalah menghormati keluarga-keluarga yang menjadi korban," tuturnya.
Pada pertemuan di Anfield, 15 Oktober 2011, Suarez dan Evra terlibat perselisihan. Menurut Evra, Suarez melakukan pelecehan rasial terhadapnya. FA menyelidiki kasus itu dan menyatakan Suarez bersalah dan Suarez dikenai sanksi skors delapan pertandingan.
Sejak itu hingga pertandingan di Anfield, Minggu (23/9/2012), Suarez dan Evra bertemu satu kali, yaitu pada laga Premier League, di Old Trafford, 11 Februari 2011. Saat itu, Evra mengulurkan tangan, tetapi tak disambut Suarez.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang