JAKARTA, KOMPAS.com- Tekanan diperkirakan membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa (25/9/2012) ini. Bursa global memerah merespon pelambatan ekonomi yang makin dalam.
Indeks Dow Jones turun 20,55 poin (0,15 persen), Indeks S&P500 melemah 3,26 poin (0,22 persen), dan Indeks Nasdaq melempem 19,18 poin (0,60 persen). Imbal hasil obligasi meningkat, sementara mata uang euro melemah.
Kemarin, IHSG ditutup turun 43,7 poin (1,02 persen) ke level 4.200,91 dengan jumlah transaksi 11,79 juta lot atau setara Rp 3,99 triliun.
Sektor properti mencatat kinerja positif di tengah penurunan sektor lain. Asing tercatat melakukan pembelian bersih di pasar reguler Rp 245,83 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli antara lain BBRI, ITMG, ASII, PGAS, dan TBIG. Mata uang rupiah terdepresiasi ke level Rp 9.565 per dollar AS.
Secara teknikal, menurut riset eTrading Securities, IHSG sempat menyentuh level support dan berhasil naik kembali. Ini membuktikan bahwa koreksi yang terjadi masih koreksi sehat, walaupun harus hati-hati jika support 4.185 bisa tertembus karena akan membawa peluang IHSG hingga ke 4.090.
Namun, sejauh ini tren kenaikan IHSG masih terjaga hingga 4.330 masih merupakan resistance target kenaikan. MACD Histogram masih berada di area positif sehingga peluang rebound masih terbuka lebar pada perdagangan selanjutnya.
Untuk perdagangan hari ini IHSG akan mengalami sentiment variatif. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah BBRI, UNVR, dan AKRA.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang