Terkesan Ada Pembiaran di Bulungan

Kompas.com - 25/09/2012, 11:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerhati pendidikan anak, Seto Mulyadi, menilai tawuran antarpelajar terjadi karena tak ada tindakan tegas pada para pelakunya. Hal itu disampaikannya menanggapi kembali terjadinya tawuran antarpelajar, khususnya antara SMAN 6 dan SMUN 70 di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan.

"Saya kira terkesan ada pembiaran, baik dari Kementerian Pendidikan maupun dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta," kata Seto kepada Kompas.com, Selasa (25/9/2012).

Untuk itu, ungkap Seto, pihak-pihak terkait harus menangani permasalahan yang terjadi turun-temurun dengan lebih serius. Misalnya, diawali dengan konsolidasi bersama, antarkepala sekolah, guru, siswa, dan alumni di kedua sekolah yang terlilit konflik.

"Konflik antarkedua sekolah itu sudah terjadi turun-temurun. Jika tak segera ditangani, sama dengan melanggar Pasal 54 UU Perlindungan Anak," tegasnya.

Kemarin siang sekelompok siswa SMUN 70 menyerang gerombolan kecil siswa SMAN 6 yang tengah bersiap meninggalkan sekolah di belakang Plaza Blok M. Alhasil, beberapa siswa SMAN 6 mengalami luka-luka dan seorang siswa tewas dalam perjalanan ke rumah sakit setelah terkena luka bacok di bagian dada.

Menanggapi hal itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengaku prihatin dan mempertanyakan peran Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang sebelumnya memberi garansi konflik antarsekolah di Bulungan sudah tertangani. Sampai berita ini diturunkan, Disdik DKI Jakarta belum memberikan keterangan apa pun.

Berita terkait peristiwa ini dapat diikuti dalam topik "Tawuran SMA 70 dan SMA 6"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau