Awas...Warna Katalog Belum Tentu Sama dengan Aslinya!

Kompas.com - 25/09/2012, 13:43 WIB

KOMPAS.com - Warna dapat memberikan kesan tertentu pada rumah Anda. Tidak heran, pemilik rumah dan desainer kerap menghabiskan banyak waktu hanya untuk menentukan warna yang tepat.

Sayangnya, setelah menemukan warna yang tepat lewat katalog, masalah belum juga selesai. Warna di katalog dan warna yang Anda dapatkan di dinding rumah seringkali berbeda.

"Pernahkah Anda membeli baju secara online, karena Anda berpikir akan mendapatkan warna tertentu. Ternyata, ketika sampai di tangan Anda, warna bajunya benar-benar berbeda?" tanya fotografer Christopher Stark.

"Sama seperti foto," ujar Stark kemudian.

Untuk menyelesaikan masalah perbedaan antara katalog dan warna cat di dinding, fotografer David Duncan Livingston dan desainer Jean Verbridge memberikan pandangan mereka. Apa yang membuat warna tampak berbeda?

Suasana, penampakan ruangan, dan rasa yang ditimbulkan dalam sebuah ruangan sangat bergantung pada area lampu dan sekeliling. Jumlah cahaya dan bagaimana cahaya tersebut jatuh pada benda akan membuat perbedaan besar.

"Cahaya dapat memberikan warna yang mampu merubah tampilan warna (cat)," kata Livingston.

"Pikirkan kadar kesan dingin dari lampu fluorescents atau kesan hangat dari lampu pijar. Biasanya saya memilih warna final berdasarkan kapan saya akan lebih banyak menghabiskan waktu di ruang tersebut," sambung Verbridge.

"Lebih mudah dan lebih murah membeli sampel cat berukuran kecil daripada mengecat seluruh ruangan dan merasa bahwa Anda tidak menyukai warnanya," ujarnya.

Perabotan, trim, dan aksesori ruangan dapat merubah penampakan warna dari satu ruangan ke ruangan lain. Nah, mengapa warna tampak berbeda di foto dan online?

Perubahan warna dan cahaya dalam ruang yang berbeda terekam dalam foto seringkali akibat perubahannya dibesar-besarkan. Kebanyakan fotografer profesional "mengoreksi" warna dan membuat warna menjadi lebih "jelas". Foto akan tampak berbeda jika dilihat dari alat yang berbeda pula.

"Ketika gambar direproduksi di komputer jinjing, halaman majalah, atau print photo, setiap output akan sedikit berbeda, dan warnanya juga akan berubah sedikit," kata Livingston.

Menurut dia, fotografer mengatur warna monitor mereka dengan kalibrasi yang sama. Dengan begini, para fotografer mendapatkan warna yang hampir akurat dengan warna pada saat produksi selesai. Namun, standar ini tidak berlaku pada alat lain.

"Kebanyakan konsumen tidak melihat pada monitor kalibrasi," kata Stark.

"Saya tidak akan membuat keputusan besar yang tidak dapat ditarik tanpa melihat (warnanya) secara langsung," tambahnya.

Lalu, bagaimana "membawa pulang" warna yang tampak indah melalui online?

Verbridge mengaku tidak menganjurkan mengambil keputusan berdasarkan warna yang didapat dari internet atau majalah. Cahaya lampu akan membuat warna menjadi sangat berbeda. Ia menyarankan untuk mencoba mendapatkan contoh chips cat untuk menemukan warna serasi.

"Taruh pasangan warna di sebelah foto pada layar komputer Anda. Kemudian, picingkan mata Anda sampai warna yang Anda lihat tampak kabur. Jika kedua warna ini menjadi kabur dan membaur, Anda memiliki warna yang cocok," kata Livingston.

(Sumber: http://www.houzz.com)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau