Kepergok Berduaan di Hotel, Wanita Ini Kesurupan

Kompas.com - 25/09/2012, 19:29 WIB

SITUBONDO, KOMPAS.com - Wanita berinisial AT (48), warga Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, kesurupan setelah tertangkap basah sedang asyik berduaan dengan SW (49), tetangganya, di salah satu hotel, Selasa (25/9/2012).

AT kesurupan saat digelandang ke Mapolres. Dia bertingkah seperti harimau, merangkak dan mulutnya meraung-raung layaknya harimau yang akan menerkam mangsanya. AT bahkan hendak merampas kamera sejumlah wartawan yang sedang mengambil gambarnya. "Ayo ikum-ikum," katanya.

Selain berhasil menggerebek AT dan SW dalam razia tersebut, sejumlah polisi yang dipimpin Kasat Reskoba Polres Situbondo AKP Priyo Purwandito, juga mengamankan dua pasangan mesum lain di hotel yang sama. Dua pasangan mesum itu adalah, AW (32), warga Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, yang kepergok berduaan dengan WD (31), warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota Situbondo, serta pasangan di luar nikah bernama SR (40), warga Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Situbondo, dengan AN (40), istri tetangganya.

Ketiga pasangan mesum itu diangkut truk ke Mapolres Situbondo, dan empat unit sepeda motor. Menurut Priyo Purwandito, sejumlah pasangan mesum ditangkap karena melanggar Perda Nomor 27 tahun 2004 tentang Larangan Prostitusi di Kabupaten Situbondo.

"Sambil menunggu proses hukum sidang tipiring di PN Situbondo, mereka diamankan di Mapolres," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau