Bridge

Sulut Tolak Perkuat Tim Nasional

Kompas.com - 26/09/2012, 04:48 WIB

Manado, Kompas - Atlet bridge nasional asal Sulawesi Utara, Henky Lasut dan Eddy Manoppo, menolak memperkuat tim nasional yang disiapkan ke Kejuaraan Dunia Bridge di Denpasar, Bali 2013, menyusul kericuhan pertandingan bridge di Pekan Olahraga Nasional Riau 2012.

Henky menyatakan hal itu di Manado, Sulut, akhir pekan lalu, sebagai bentuk kekecewaan atas pengaturan pertandingan bridge di PON yang dinilai di luar ketentuan baku. Ia menuding peraturan itu dirancang mendadak oleh sejumlah oknum pengurus Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia. ”Peraturan pertandingan mengada-ada dan tiba-tiba, sengaja untuk mengacaukan konsentrasi kami,” katanya.

Kapten tim Sulut, Nurhamiden, juga heran dengan perubahan peraturan yang mendadak itu. ”Saya tidak diberi tahu, tiba-tiba sudah kacau,” katanya.

Ketua KONI Sulut Olly Dondokambey menyebut, perubahan peraturan tersebut rekayasa untuk menjegal dominasi tim bridge Sulut, yang sebelumnya sudah merebut dua emas dari nomor pasangan campuran Bill Mondigir/Elvita Lasut dan nomor pasangan putra Henky Lasut/Eddy Manoppo.

Mendadak berubah

Henky menuturkan, peraturan berubah saat Sulut menghadapi Jawa Barat di semifinal pada gim ketiga. Dua gim pertama yang memainkan 16 babak berjalan normal, dengan Sulut menang gim pertama 19 IMP, lalu disamakan Jabar pada gim kedua dengan 19 IMP.

Memasuki gim ketiga atau penentuan, mendadak panitia menugaskan seorang caddy melakukan bedding tray di meja pertandingan. Bedding tray tak lain wadah tempat penawaran saat memulai pertandingan yang hanya bisa dilakukan pemain.

Kehadiran petugas bedding tray, menurut Henky, adalah bentuk intervensi. ”Kami kaget ketika pada gim ketiga, panitia mengubah peraturan. Kalau panitia curiga, cukup wasit yang mengawasi, bukan petugas yang terlibat,” katanya. Karena kecewa, Sulut melepas partai semifinal dengan kemenangan tim Jabar. Ketika perebutan medali perunggu, tim Sulut memberi kemenangan WO kepada Jateng.

Henky berharap Ketua Umum PB Gabsi Dahlan Iskan membenahi kepengurusan bridge. Indonesia menargetkan juara dunia bridge tahun depan. Pada 1998, tim Indonesia diperkuat Henky Lasut/Eddy Manoppo menjadi runner-up kejuaraan dunia di Rhodes, Yunani. (zal)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau