Barack Obama Ingin Menjadi Guru

Kompas.com - 26/09/2012, 08:39 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Barack Obama mengungkapkan ia ingin kembali menjadi guru jika tidak lagi menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat.

Keinginan tersebut disampaikan ketika tampil di The View, acara bincang-bincang yang disiarkan saluran televisi ABC.

"Saya senang sekali mengajar, saya merindukan kegiatan tersebut," kata Obama, yang menambahkan bahwa prioritasnya saat ini adalah terpilih kembali menjadi presiden AS.

Obama dikenal sebagai dosen di Fakultas Hukum Universitas Chicago selama 12 tahun sebelum menjadi anggota Senat.

Tampil tampil bersama ibu negara, Michelle Obama, dia menambahkan bekerja dengan melibatkan anak-anak memberikan kepuasan batin.

"Tidak harus berada di ruang kelas. Saya ingin bekerja di berbagai kota, mengajar dan melatih (anak-anak), memberi kesempatan anak-anak muda memanfaatkan berbagai peluang," kata Obama menjawab pertanyaan salah satu pembawa acara The View, Barbara Walters.

Peluang Michelle Obama

Penampilan Presiden Obama di acara bincang-bincang The View dinilai sebagai upaya untuk mendongkrak suara dari kalangan perempuan di pemilihan presiden bulan November.

Ketika Walters menanyakan kemungkinan Michelle terjun di pemilihan presiden, Obama mengatakan bahwa istrinya mungkin tidak cocok sebagai presiden, meski wacana tersebut sangat menarik.

Michelle Obama kemudian menambahkan, "Itu benar sekali."

"Saya tidak punya kesabaran untuk menjadi presiden Amerika Serikat," kata Michelle Obama.

Acara The View dengan tamu Presiden Obama disiarkan Selasa (25/09) dan beberapa jam kemudian istri capres Republik Mitt Romney, Ann, tampil di acara Tonight Show yang dipandu Jay Leno di NBC.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau