Kemendikbud Belum Putuskan Solusi Pasca-tawuran

Kompas.com - 26/09/2012, 17:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad mengaku akan mempertimbangkan usulan Komisi X DPR RI terkait pemberian sanksi dan penghargaan bagi sekolah yang siswanya terlibat tawuran. Akan tetapi, semuanya harus dipilah secara cermat dan tak bisa disamaratakan.

"Usulan DPR itu bisa saja, tapi untuk kasus SMAN 70 dan SMAN 6 sanksi seperti itu tak akan berdampak banyak," kata Hamid kepada Kompas.com, di gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu (26/9/2012).

Ia menjelaskan, dibedakannya sanksi ataupun penghargaan bagi sekolah yang terlibat tawuran akan didasarkan pada beberapa hal. Salah satunya adalah kemampuan sekolah secara finansial.

"Itu bisa, tapi untuk sekolah yang memiliki anggaran sampai RP 15 miliar tentu tidak tepat. Intinya kami setuju, tapi harus dipilah lagi karena kita tak bisa menyamaratakan kasus," ujarnya.

Ditemui terpisah, Mendikbud, Mohammad Nuh menyatakan hal serupa. Ia mengaku akan menerima semua opsi terkait penyelesaian tawuran antar pelajar. Khususnya kasus tawuran di kawasan Mahakam-Bulungan, Jakarta Selatan.

"Semua opsi kami terima, entah itu merger, relokasi dan sebagainya. Tapi belum kita putuskan karena kami fokus pada rekonsiliasi kedua sekolah," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi X DPR RI mengusulkan agar pemerintah pusat dan daerah memberikan sanksi dan penghargaan pada sekolah penerima bantuan dari APBN dan APBD. Semua itu terkait kasus tawuran yang masih terjadi saat ini.

DPR mengusulkan ada semacam penghargaan bagi sekolah yang mampu menekan angka terjadinya tawuran dengan pemberian fasilitas tambahan atau tunjangan khusus pada kepala sekolah. Akan tetapi bila tak mampu menekan angka tawuran, maka diusulkan agar bantuan yang dialirkan ke sekolah untuk dihentikan atau dibekukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau