Krisis suriah

Markas Besar Militer Diguncang Dua Ledakan

Kompas.com - 27/09/2012, 04:18 WIB

damaskus, rabu - Markas Besar Angkatan Bersenjata Suriah di Damaskus, simbol kekuatan negara itu, diguncang dua ledakan besar, Rabu (26/9). Media pemerintah dan saksi mata mengatakan, salah satu gedung di markas militer itu dilanda kebakaran hebat tak lama setelah ledakan.

Menteri Informasi Omran Zoubi mengatakan, ledakan itu dipicu dua bom rakitan. Kemungkinan salah satu bom diletakkan di lantai dasar markas militer itu. Tak ada laporan jatuhnya korban dalam insiden, yang terjadi pada saat pihak oposisi tengah berusaha menumbangkan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Saksi mata menuturkan, dua ledakan besar itu lalu diikuti tembakan senjata berat, yang diduga berasal dari bentrokan bersenjata antara militer dan pasukan oposisi di sekitar lokasi ledakan.

Kantor berita pemerintah, SANA, mengatakan, ledakan terjadi sesaat sebelum pukul 07.00 di dekat Alun-alun Omayyad. Bunyi ledakan terdengar beberapa kilometer jauhnya, serta merusak semua jendela Hotel Dama Rose dan bangunan lain di sekitarnya.

Asap hitam pekat membubung tinggi ke langit Damaskus selama beberapa jam setelah ledakan, sementara mobil-mobil ambulans dikerahkan ke lokasi ledakan saat polisi menutup wilayah itu. Warga yang panik berlarian menjauhi lokasi ledakan.

”Ledakan bom itu mengguncang semua apartemen, dan jendela hancur,” kata seorang warga yang tak mau disebut namanya di dekat Distrik Abu Rummaneh. ”Rasanya seperti diguncang gempa,” ujar saksi itu.

Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mengklaim bertanggung jawab atas dua ledakan itu. Meski belum ada laporan resmi soal korban jiwa, FSA menyebutkan, ”ada puluhan orang tewas dan terluka” dalam insiden serangan tersebut. Zoubi malah mengatakan, ledakan itu hanya menyebabkan kerusakan materi.

Wartawan ditembak

Sementara itu, Maya Nasser, koresponden Press TV Iran yang sedang menyampaikan laporan pandangan mata dari lokasi ledakan itu, ditembak mati oleh penembak jitu. Hussein Hortada, kepala biro Damaskus untuk dua jaringan televisi Iran, yakni Press TV dan Al-Alam, terkena tembakan di punggung, tetapi selamat.

Nasser dan Hortada menjadi target ketika tiba di lokasi dua ledakan itu. Press TV merilis berita dalam bahasa Inggris, sedangkan Al-Alam dalam bahasa Arab. Kedua stasiun TV itu dibiayai Pemerintah Iran.

Iran merupakan sekutu utama rezim Assad dalam memerangi oposisi selama 18 bulan sejak Maret 2011.

Di pihak lain, Organisasi Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) melaporkan, pasukan milisi propemerintah Suriah telah membantai 16 warga sipil di rumah mereka, Rabu subuh. Di antara korban ada enam perempuan dan tiga anak.

”Milisi mendatangi rumah mereka di kawasan Barzeh sekitar pukul 05.00 waktu setempat dan menembak mati semua penghuninya,” kata Kepala SOHR Rami Abdel Rahman.

FSA mengklaim telah menguasai sebagian Suriah. Damaskus menjadi target utama serangan FSA setelah markas utama pasukan oposisi itu pindah dari Turki ke Suriah.

(AP/AFP/REUTERS/CAL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau