Tindakan kekerasan

Ketua DPRD Kota Gorontalo Ditikam

Kompas.com - 27/09/2012, 04:29 WIB

GORONTALO, KOMPAS - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Gorontalo Nikson Ahmad terkena tikaman pisau di pinggangnya, ketika belasan pria tidak dikenal menyerbu stasiun Mimoza TV, di Gorontalo, Selasa (25/9), pukul 21.30. Penyerbuan terjadi dalam acara dialog perpolitikan lokal Gorontalo yang dihadiri Nikson dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Gorontalo Rizan Adam. Sampai Rabu, belum satu pun pelaku yang tertangkap.

Menurut beberapa saksi mata, penyerbuan berlangsung mendadak dan cepat. Belasan pria masuk dan naik ke lantai dua tempat berlangsungnya diskusi yang saat itu disiarkan secara langsung itu. Pelaku masuk ke ruangan dan memukul peserta diskusi, termasuk kru Mimoza TV. Seorang petugas keamanan Mimoza TV tak bisa mencegah aksi itu.

”Mereka masuk menyerbu saat acara sedang berlangsung. Saya lari keluar dan terdengar suara pukulan dari dalam ruangan. Saya juga sempat diancam akan dipukul salah satu dari mereka,” ungkap Anang Susanto (36), pemandu diskusi itu, Rabu.

Direktur Mimoza TV Hadi Sutrisno, yang juga anggota KPU Kota Gorontalo, turut menjadi korban pemukulan. Hadi dipukul di bagian kepala dan badan oleh beberapa pelaku di ruangan operasional Mimoza TV.

Seorang pelaku menusuk Nikson. Seusai penusukan, semua pelaku meninggalkan lokasi. Nikson dilarikan ke RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo dan mendapat perawatan intensif karena luka tusukannya sedalam tiga sentimeter.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Gorontalo Ajun Komisaris Lesman Katili, identitas beberapa pelaku sudah diketahui. Saat ini tim gabungan dari Polresta Gorontalo dan Polda Gorontalo memburu pelaku. (apo)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau