JAKARTA, KOMPAS.com -- Investor global kembali memilih untuk memegang dollar AS sebagai safe-heaven currency akibat memburuknya kondisi di Uni Eropa. Kondisi ini berarti membuat mata uang lain, termasuk rupiah, akan tertekan.
Tim riset BNI Treasury memperkirakan rupiah akan berpotensi bergerak dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Kamis (27/9/2012). Non Deliverable Forward satu bulan di pasar offshore pagi ini rupiah melorot di level Rp 9.633-9.645 per dollar AS. Kebutuhan permintaan atas dollar AS di pasar menjelang akhir bulan oleh importir diperkirakan akan turut mengeskalasi dolar hari ini.
Belum membaiknya kondisi di Eropa diperkirakan akan turut mendorong investor beralih memegang dollar AS sebagai safe-heaven currency.
Kemarin rupiah ditutup melemah di level Rp 9.585 per dollar AS dari saat dibuka di level Rp 9.575 dollar AS. Rupiah bergerak di kisaran Rp 9.575 - 9.595 per dollar AS. Indeks bursa IHSG yang ditutup melemah memberikan tekanan terhadap rupiah pada penutupan sore hari.
Pernyataan IMF yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2012 menjadi 6 persen (proyeksi sebelumnya 6,1 persen di bulan April) memengaruhi pergerakan rupiah kemarin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang