Nilai tukar

Eropa Memburuk, Investor Kembali Pegang Dollar AS

Kompas.com - 27/09/2012, 09:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Investor global kembali memilih untuk memegang dollar AS sebagai safe-heaven currency akibat memburuknya kondisi di Uni Eropa. Kondisi ini berarti membuat mata uang lain, termasuk rupiah, akan tertekan.

Tim riset BNI Treasury memperkirakan rupiah akan berpotensi bergerak dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Kamis (27/9/2012). Non Deliverable Forward satu bulan di pasar offshore pagi ini rupiah melorot di level Rp 9.633-9.645 per dollar AS. Kebutuhan permintaan atas dollar AS di pasar menjelang akhir bulan oleh importir diperkirakan akan turut mengeskalasi dolar hari ini.

Belum membaiknya kondisi di Eropa diperkirakan akan turut mendorong investor beralih memegang dollar AS sebagai safe-heaven currency.

Kemarin rupiah ditutup melemah di level Rp 9.585 per dollar AS dari saat dibuka di level Rp 9.575 dollar AS. Rupiah bergerak di kisaran Rp 9.575 - 9.595 per dollar AS. Indeks bursa IHSG yang ditutup melemah memberikan tekanan terhadap rupiah pada penutupan sore hari.

Pernyataan IMF yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2012 menjadi 6 persen (proyeksi sebelumnya 6,1 persen di bulan April) memengaruhi pergerakan rupiah kemarin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau