Jansen Ketagihan Dicium Nikita Mirzani

Kompas.com - 27/09/2012, 12:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Di malam konser amal "Senandung Untuk Negeri" di Hard Rock Cafe, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2012) malam, pria berkebangsaan Belanda, Buddy Jansen, mengaku menjadi seorang lelaki yang paling beruntung. Bagaimana tidak, Jansen yang memenangi lelang tiket konser Sting berkelas VIP dihadiahi bonus ciuman bibir dari artis seksi Nikita Mirzani.

"Taste very nice. Saya mau one more time, tapi janganlah, cukup," celoteh Jansen setelah mendaratkan ciumannya di bibir Nikita.

Jansen mengaku tidak tahu jika dirinya akan seberuntung itu. Semula Jansen hanya ingin membeli tiket konser Sting yang dilelang untuk menggalang dana kemanusiaan korban gempa dan banjir bandang di Sigi, Parimo, dan Palu, Sulawesi Tengah.

Bahkan, pria yang bekerja sebagai kontraktor di salah satu perusahaan tambang di Sulawesi Tengah ini sama sekali tak mengenal Nikita. "Rasanya, saya enggak kenal Nikita, sumbang saja. She want jual tiket konser Sting," ujar Jansen.

Jansen menjadi satu-satunya peserta lelang yang berapi-api melemparkan penawaran harga lelang tiket tanpa ada perlawanan dari peserta lainnya.

Jansen mengaku punya alasan di balik itu. "Saya enggak suka Sting, tapi saya suka kamu (Nikita). Cium saya, saya kasih Rp 5 juta," celoteh Jansen.

"Biasanya ada nego (adu tawar harga). Saya enggak pernah ke konser makanya enggak mau tiket Sting. Saya suka kamu, dia mau di pipi tapi saya enggak mau, saya maunya di bibir," lanjutnya.

Setelah malam penggalangan dana, Jansen berharap bisa mengenal Nikita. "Nanti saya mau ngobrol. Saya enggak cari pacar. Saya enggak kenal Nikita Mirzani, tapi kenal Dewi Perssik dan Julia Perez," ujar Jansen.

Ngomong-ngomong, apa nanti ada yang marah? "Saya belum kawin," katanya sambil tertawa.

Sesaat sebelum meninggalkan Hard Rock Cafe, Jansen pun terlihat sempat menghampiri Nikita. Entah ada obrolan apa di antara mereka berdua hingga akhirnya masing-masing saling mengangkat telepon genggam lalu bertukar nomor pribadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau