Puluhan Siswa TK Menggambar "Stop" Tawuran

Kompas.com - 27/09/2012, 17:56 WIB

SIDOARJO, KOMPAS.com - Sebanyak 60 siswa TK Al Muslim Waru mengikuti lomba mewarnai di areal stasiun Kota Sidoarjo, Kamis (27/9/2012). Kegiatan ini guna menanamkan kesadaran agar tidak meniru tawuran antarpelajar.

Para bocah ini mewarnai selembar kertas berisi sketsa berupa gambar sejumlah anak-anak yang tengah menonton tayangan berita televisi soal tawuran pelajar.

"Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman jika aksi tawuran antarpelajar sangat tidak pantas ditiru.Sebagai pelajar seharusnya bersikap yang baik dan tidak membuat orang tua khawatir," ucap Nur Fadilah, guru TK Al Muslim Waru.

Pihaknya mengaku ikut resah dengan maraknya tawuran antarpelajar akhir-akhir ini. Karena itu,selaku guru pihaknya bakal selalu menekankan arti penting sebuah persahabatan, saling menyayangi dan saling membantu sesama teman.

"Dalam momen ini,sekaligus kami mengajak siswa belajar tata cara memanfaatkan kereta api," tandas Nur seraya menyebut aksi ini guna memperingati Hari Ke-67 Kereta Api Indonesia.

Adit, siswa kelas B, mengaku senang mengikuti kegiatan itu. Dia berjanji kelak saat dewasa tidak akan ikut-ikutan aksi tawuran. "Lebih baik cari teman yang banyak," ucapnya usai mewarnai selembar sketsa miliknya.

Kepala Stasiun Kota Sidoarjo Ganed Mardiono menambahkan, budaya antre di stasiun kereta api juga perlu dikenalkan kepada anak-anak usia dini. Mulai dari membeli tiket hingga saat masuk gerbong kereta. "Budaya antre memang perlu dibudayakan pada anak-anak," tandasnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau