Ibadah haji

Calon Haji Hamil Berangkat ke Tanah Suci

Kompas.com - 27/09/2012, 20:18 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Calon haji Kloter 18 asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Lailah binti Ansor Nawawi (34), akhirnya diperbolehkan berangkat ke Tanah Suci, meski hamil.

"Alhamdulillah, saya merasa perak dan bungah (senang dan bahagia)," katanya dalam Bahasa Madura ketika ditemui di Gedung B2, Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Kamis (27/9/2012).

Istri Bisyri Saeruddin Pukasmin itu mengaku tidak tahu hamil. Karena itu, iasempat menangis saat dinyatakan hamil oleh dokter di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

"Mungkin khawatir tidak boleh berangkat haji," kata petugas jemaah uzur di PPIH Embarkasi Surabaya, Tri, yang sempat mengantar Lailah ke dokter untuk memeriksa kesehatan.

Menurut kakak Lailah, Moh Iyadh bin Anshor, adiknya itu memang sedang berusaha, termasuk ke dokter, untuk dapat mempunyai keturunan lagi karena sudah lama tidak hamil. "Anaknya yang pertama sudah berusia 15 tahun, jadi dia memang tidak mengira kalau ternyata hamil," katanya.

Hasil pemeriksaan USG di RS Haji, kehamilannya sudah memasuki minggu ke-16, dan calon haji asal Dusun Kalebengan Dajah, Rubaru, Sumenep, itu juga sudah disuntik meningitis.

"Karena itu Lailah diperkenankan melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci, sebab wanita hamil boleh berangkat bila usia kehamilan antara 14-26 minggu dan harus sudah disuntik meningitis," kata Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Drs H Asyhuri MM.

Di PPIH Embarkasi Surabaya tercatat 1.633 orang berusia di atas 70 tahun, 249 orang berusia 80 ke atas, 29 orang berusia 90 tahun ke atas dan satu orang berusia seabad.


Sumber: Antara

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau