Festival Sriwijaya Tampilkan Budaya Daerah

Kompas.com - 28/09/2012, 01:49 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com--Festival Sriwijaya yang berlangsung di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan pada 15--21 Oktober 2012 akan menampilkan kebudayaan khas daerah provinsi setempat.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin kepada wartawan di Palembang, Kamis mengatakan, penampilan kebudayaan daerah itu supaya seni dan budaya Sumsel semakin dicintai masyarakat.

Selain itu dengan ditampilkannya kebudayaan daerah tersebut salah satu bentuk promosi wisata, kata dia.

Namun, yang lebih penting lagi dengan adanya Festival Sriwijaya itu untuk melestarikan kebudayaan khas daerah khususnya Sumsel.

Itu hal yang penting karena kebudayaan merupakan salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke berbagai daerah, kata dia.

Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana Festival Sriwijaya Novrial mengatakan, pihaknya siap menyelenggarakan kegiatan kebudayaan tahunan tersebut.

Bahkan, pihaknya telah melaporkan kepada gubernur mengenai kesiapan penyelenggaraan Festival Sriwijaya tersebut.

Mengenai peserta sendiri selain dari berbagai provinsi juga negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang telah menyatakan siap, ujar dia.

Pembukaan Festival Sriwijaya itu akan dimeriahkan artis ibu kota seperti diantaranya Mulan Jamila dan Arie Laso.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau