GORONTALO, KOMPAS
”Keduanya adalah pelaku pemukulan dan penusukan terhadap Ketua DPRD Kota Gorontalo Nikson Ahmad. Tim yang meringkus keduanya adalah gabungan dari Polres Kota Gorontalo dan Polda Gorontalo,” kata Kepala Polres Kota Gorontalo Ajun Komisaris Besar Dudi Hadiwijaya, Kamis.
Dudi menambahkan, masih ada kemungkinan jumlah tersangka bertambah. Sebab, penyerangan terhadap Nikson Ahmad melibatkan belasan orang. Ia
”Soal motif penusukan dan penyerangan, kami belum dapat memastikan. Tunggu saja sampai penyelidikan kasus ini tuntas,” ujar Dudi.
Nikson ditikam di pinggang saat menghadiri diskusi yang disiarkan secara langsung di studio lantai dua Mimoza TV, stasiun televisi lokal di Gorontalo, Selasa (25/9) malam. Saat acara berjalan beberapa menit, tiba-tiba belasan pria tidak dikenal menyerbu masuk ruang studio. Selain menikam Nikson, mereka merusak beberapa peralatan siaran Mimoza TV dan menganiaya Direktur Mimoza TV Hadi Sutrisno dan seorang karyawan.
Sampai tiga hari setelah peristiwa itu, Mimoza TV belum beroperasi normal. Sebagian besar karyawan enggan masuk kerja karena trauma. Bahkan, Hadi yang turut menjadi korban
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea mengecam peristiwa penusukan dan penyerangan itu. Adhan mendesak polisi mengusut tuntas dan mengungkap motif penusukan serta penyerangan itu. Menurut dia, peristiwa yang terjadi di kantor Mimoza TV adalah aksi premanisme yang harus diberantas.
”Saya berharap masyarakat tenang, tidak terpancing dengan memberikan reaksi balasan,” kata Adhan.